Di sebuah desa terpencil bernama Desa Wanasetra, ada sebuah rumah tua yang berdiri di ujung hutan. Rumah itu telah kosong selama lebih dari dua puluh tahun sejak peristiwa pembunuhan brutal yang merenggut nyawa satu keluarga. Konon, arwah mereka masih berkeliaran, menunggu seseorang untuk mengungkap kebenaran yang terkubur bersama darah dan air mata. Semua berawal dari kisah cinta antara Alana Kirana, gadis pendiam yang baru pindah ke desa itu, dan Raka Mahendra, pemuda tampan yang dikenal baik oleh semua orang. Di balik senyumnya yang tenang, Raka menyimpan rahasia kelam yang tak pernah diketahui siapa pun. Alana jatuh cinta pada Raka, tetapi semakin dekat ia mengenal lelaki itu, semakin banyak kejanggalan yang muncul. Mimpi-mimpi buruk, suara tangisan di tengah malam, dan penampakan sosok perempuan bergaun putih mulai menghantui hidupnya. Sosok itu terus berbisik satu kalimat yang sama: "Cinta itu bukan untuk dimiliki. Cinta itu luka."
More details