We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
ONE MORE

ONE MORE

  • WpView
    Reads 59
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 3, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
" beri aku kesempatan kedua kalinya han, aku janji bakal memperbaiki segalanya " mohon axel sambil berjongkok di depan hani dengan terpaan hujan yang saling menyapa diantara mereka berdua. " beribu kali kesempatan yang aku berikan xel, tapi apa ha, hanya berjuta luka yang aku dapat dan sekali lagi aku bilang tidak ada kesempatan lagi begitu juga dengan pertemuan kita, dan aku mohon menjauhlah dariku dan bersikaplah seperti orang asing yang tidak saling mengenal " seru hani dengan lantangnya walaupun dalam hatinya gemetar menahan semua itu tapi ia hanya bisa pasrah dengan takdir yang tuhan beri dan ia berharap agar tuhan memberikan pelangi dalam kehidupannya nanti. " selamat tinggal xel, I love you " sapaan hani untuk terakhir kalinya sebelum ia meninggalkan taman yang menjadi saksi bisu pertemuan mereka. "hannnnnnnni "
All Rights Reserved
#599
akhir
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE SECRET LOVE
  • VinRi
  • Kutemukan Cinta Di Tanah Suci
  • ARSYA 2✔
  • Love Cologne
  • Dia Nazzam
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • Haruskah Aku Bertahan?

[Cerita ini sedang di tangguhkan] - - "Ustadz, cinta itu bukan sekadar kata rencana dan takdir-Nya bukanlah bencana" Ucap lirih Azzahra kepada sosok laki-laki yang gak jauh berdiri dibelakangnya. Dengan tatapan sendunya, ia mencoba mempertahankan gadis didepannya. Ia tau dengan jelas kesalahannya dan berharap dapat memutar balik kembali kenyataan yang menjadi suratan takdir-Nya. "Saya mengakui saya salah, saya berharap masih ada kesempatan untuk saya memperbaiki salah saya, ra maafkan saya" Azzahra menghirup udara perlahan "InsyaaAllah saya sudah memaafkan ingkarmu. "Jadi ra.." kalimat Azzam terputus oleh Azzahra "Meski demikian mohon maafkan saya tidak bisa memberi apa yang Ustadz Azzam harapkan, tolong hormati keputusan saya." Ucapnya dan berlalu masuk ruangan kembali. Azzam terdiam menatap punggung gadis yang teramat ia cintai berlalu begitu saja, ia merutuki kesalahannya dan tergiur oleh nafsu dunia. Kini semua telah berakhir, ia yang bersalah atas hancurnya ikatan yang telah direncanakan lama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines