Existence Is A Pain

Existence Is A Pain

  • WpView
    Reads 1,481
  • WpVote
    Votes 659
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadComplete Thu, May 21, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Rank 1 kategori "pathetic" 21-05-2020 Existence/Existere disusun dari ex yang artinya keluar dan sistere yang artinya tampil atau ada. Keberadaan adalah segala sesuatu yang dialami dan menekankan bahwa sesuatu itu memang ada. Dengan adanya keberadaanku hanya mengundang air mata,khususnya untuk diriku sendiri. Jutaan air mata telah kuhabiskan untuk menangisi kehidupanku atas penderitaan yang tak ada habisnya. Hidupku bagaikan kamera yang sudah terfokus pada suatu titik. Namun tiba-tiba... Hancur... Semuanya,sirna. Kehidupan ini begitu pahit. Sampai akhirnya "dia" tiba-tiba datang ke dalam kehidupan ku... Entah untuk memperbaiki hidupku yang kelam layaknya lampu untuk menerangi atau sebaliknya? Lebih membuat hidupku suram? -Maretha Azzara
All Rights Reserved
#15
pathetic
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • AMERTA : The Last Embrace
  • KenZian [END]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • For The Sweetest, Keyla [END]
  • Human Disease
  • TRUTH {COMPLETED} ✓
  •  ANATHA
  • Different [END]

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines