Blood Rose

Blood Rose

  • WpView
    LECTURAS 414
  • WpVote
    Votos 31
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, jul 10, 2020
Tanganku telah dipenuhi oleh darah Apakah pantas seorang sepertiku diberikan pengampunan dan kesempatan lagi Ahh.. malam ini sungguh cerah Bulan sabitnya bersinar sangat terang "Apa tujuanmu melakukan semua ini?" "Aku, ingin membalas dendam." "Meski kau akan bersama iblis selamanya di neraka?" Aku tidak peduli.. Aku tak memiliki siapapun di dunia ini.. Masih pantaskah.. Diriku dicintai..
Todos los derechos reservados
#10
yamanbagirikunihiro
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Dedarah 「END」
  • [End]Intertwined Destiny || Shinazugawa Sanemi || Kimetsu No Yaiba
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis
  • Vampire Princes and Bad Girl [Borusara]
  • I'm Sorry Say Good Bye Sasuke ( Selesai )
  • TAKDIR BENANG MERAH.
  • DESTROYED IN DESIRE | 🔞 |DARKROMANCE🖤

[15+] Aku dikutuk. Aku hanyalah seorang gadis penderita asma yang ingin menjalani hari-hari dengan tenang bersama ibu dan adik laki-lakiku. Aku tidak mau punya masalah dengan orang lain, aku cenderung menghindari mereka. Namun, saat aku bangun pagi itu. Semuanya berubah. Seseorang sudah mencari gara-gara padaku. Siapa orang yang sudah memberikan kutukan ini? Bagaimana bisa aku harus berurusan dengan makhluk mengerikan yang bisa mencekikku dengan rambut panjang tak terukur dan bisa mencabik-cabikku dengan kuku-kuku setajam gunting itu? Siapa pun dia, aku tidak akan memaafkannya. Dibantu Darma, pemuda bodoh si maniak kasus-kasus misterius, aku menyusuri bagaimana kutukan ini bisa sampai kepadaku. Aku dibuat tak percaya. Aku harus memindahkan kutukan ini pada orang lain dengan ritual yang aku sendiri tidak tahu bagaimana caranya. Kutukan ini membuatku kehilangan hal paling berharga dalam hidupku. Aku frustrasi, aku ingin mati saja. Di titik terendah dalam hidupku, aku menemukan cara lain. Sayangnya, aku harus siap berkorban nyawa. Itu jauh lebih baik daripada hidup berlumuran darah sembari menunggu ajal tiba.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido