GABRIELLA

GABRIELLA

  • WpView
    Reads 239
  • WpVote
    Votes 70
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 30, 2020
Kayla sejak kecil telah kehilangan sosok ibu.ibunya meninggal saat dia berusia 7 tahun. Dia ditinggal Dengan ayahnya dan kedua saudaranya. Kayla anak kedua dari 2 bersaudara. Dia anak yang sangat sederhana dibandingkan cewek lainnya. Dia selalu bermanja dengan ayahnya. Ayahnya sangat menyayanginya, apun dia lakukan untuk putri satu satunya. Dia sangat cerewet dan selalu menangis ketika ia dibentak. Dia tidak suka dibentak apa lagi sama cowok. Arkhan anak yang sangat beruntung, karena terlahir dari keluarga konglomerat yang hartanya bisa 7 turunan. Hidup Arkhan lengkap sudah dengan keluarga mereka yang utuh dan harmonis. Selalu berlibur setidaknya 1 bulan sekali dengan keluarganya. Arkhan sebenarnya orang yang hangat, hanya saja kepada orang yang ia sayangi seperti keluarganya dan seseorang yang ia tunggu sejak lama. Tentang kenapa dia berhati dingin, karena ada satu alasan yang membuat hati Arkhan beku. Dia masih mengunci rapat-rapat hatinya. Dia masih menunggu seseorang yang hingga kini hilang entah kemana. Dia percaya, dia pasti bisa menemukannya dan Berharap dia masih mengingingatnya.
All Rights Reserved
#757
perhatian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Enemies in Flames
  • Langit Kelabu Milik Ara
  • Finding The Light ~ Moqeel  [COMPLETE]
  • Reasons for Falling in Love [SELESAI]
  • Cerita yang Tak Selesai ✨💔🌙 || TAMAT
  • kasih sayang ibu  yang tidak dapat tergantikan
  • Could you be a home for me? [TAMAT]

Enemies in Flames - dua musuh yang terjebak dalam permainan api perasaan. Dalam dunia yang penuh aturan, mereka adalah pengecualian. Arya Mohan Suryanandika adalah bad boy yang dikenal karena tatapan tajamnya, sikapnya yang dingin, dan keahliannya dalam membuat masalah. Baginya, hidup adalah tentang kesenangan dan kebebasan, tanpa peduli siapa yang ia sakiti dalam prosesnya. Aqeela Aza Calista, gadis yang juga jauh dari kata lembut dan manis. Ia berapi-api, keras kepala, dan lebih suka menyelesaikan masalahnya dengan pukulan daripada kata-kata. Tak ada satu pun orang yang berani macam-macam dengannya. Mereka berdua seperti dua magnet dengan kutub yang sama. Selalu bertolak belakang, selalu bentrok. Tapi siapa sangka, kebencian yang mereka pupuk begitu lama bisa berubah menjadi sesuatu yang lebih rumit? Sesuatu yang bahkan Aqeela sendiri berusaha keras untuk menolak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines