Pohon Kehidupan

Pohon Kehidupan

  • WpView
    Reads 509
  • WpVote
    Votes 81
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 22, 2020
ASANI NURIL, Anak lelaki yang tumbuh dari keluarga pekerja keras dan sederhana. Terkadang dia berpikir "hidup ini tidak adil" tetapi dia kadang juga berpikir "aku bersyukur hidup begini". Persahabatan,cinta dan keluarga menjadi sesuatu pilihan di hidupnya sekarang. "Hidup ini bagai sebuah Pohon,selalu ada ranting dan daun berguguran maka akan tumbuh ranting dan daun lain nya"
All Rights Reserved
#515
maaf
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Satria Dirgantara [Complete]
  • 2190 Days of Silence
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (Revisi)
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • save me
  • Sejenak Luka
  • Tentang Waktu (End)
  • AKU HANYA UNTUK NAURA
  • DENNIES
  • their story

Namanya Satria Dirgantara. Seperti namanya, ia seorang kesatria, tapi ... kesatria tanpa senjata. Membuat dirinya mudah sekali terluka. Dan, jadilah ia remaja enam belas tahun yang berteman akrab dengan luka. Remaja yang memiliki senyum secerah senja dan tatapan sekelam samudra. Jika sudah tersenyum secerah itu maka topengnya nyaris sempurna, menyembunyikan goresan panjang tepat di dada. Tak akan ada yang tahu kalau ia sedang berpura-pura bahagia. Sebab rasa sakitnya, tak akan ia biarkan siapa pun tahu seberapa beratnya. Cukup orang-orang menilai bahwa ia adalah sosok paling bahagia di dunia. Namun, benteng pertahanannya mulai goyah semenjak ibunya telah tiada. Padahal ia hanya punya ibu saja di dunia. Lalu, lelaki itu datang, memberinya ucapan penenang, juga peluk hangat yang entah kenapa membuat dia bisa merasakan hangat pelukan Sang Ayah yang selama ini hanya ia damba dalam bayang-bayang. Lelaki itu memperkenalkan namanya sebagai Fandi sekaligus ayahnya. Kemudian semua berjalan begitu saja. Keluarga Fandi yang awalnya baik-baik saja itu hancur karena kedatangan Dirga. Membuat ibu dari dua anak kembar Fandi yang lain pergi dari rumah, dan Dirga harus menerima tatapan tak suka juga perlakuan kasar dari salah satu abang kembarnya. . "Gue emang enggak pantas jadi adek lo berdua, Bang."--Satria Dirgantara . "Gue bukan abang lo, jadi stop panggil gue 'abang'. Satu lagi, Fian juga bukan abang lo. Dia cuma punya satu adek, yaitu gue." --Refino Aditya . "Kalau disuruh memilih antara kalian berdua, jelas gue enggak bisa milih salah satunya. Karena kalian berdua sama-sama adek gue."--Refian Aditya

More details
WpActionLinkContent Guidelines