Story cover for VIANA by DeviaSilviana
VIANA
  • WpView
    Odsłon 311
  • WpVote
    Głosy 124
  • WpPart
    Części 9
  • WpView
    Odsłon 311
  • WpVote
    Głosy 124
  • WpPart
    Części 9
W trakcie, Pierwotnie opublikowano kwi 23, 2020
"Seperti hujan yang tidak pernah mengeluh walaupun sudah jatuh berkali-kali. Dan layaknya pelangi yang datang menampakan keindahannya sementara lalu menghilang. Begitupun dengan aku yang selalu mencintainya walaupun tahu pada akhirnya dia memilih yang lain." (Viana Gradella Cleto)

"Bahkan jika bahagianya dengan orang lain kamu harus bisa merelakannya. karena pada dasarnya mencintai itu tidak harus saling memiliki dan tidak harus selalu bersama." (Frans Alvano Sebastian)

®®®
Jangan pernah membaca hanya di awal, karena kau tidak akan pernah tau bagaimana alur kelanjutan nya. Maka dari itu selesaikan dari awal hingga akhir:))
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
Zarejestruj się, aby dodać VIANA do swojej biblioteki i otrzymywać aktualizacje
lub
#46janganbaper
Wytyczne Treści
To może też polubisz
To może też polubisz
Slide 1 of 8
"Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka" cover
Mengeja sepi cover
Rumah Tanpa Pintu [ON GOING] cover
Connected cover
Korban silaturahmi [TAMAT] cover
DIFFERENT TWINS [ END ]  cover
ARGALAND cover
Strong Girl Michella (END)  cover

"Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"

20 części Zakończone

Hidup adalah panggung, dan setiap orang mengenakan topeng. Beberapa topeng begitu sempurna hingga bahkan pemakainya lupa wajah aslinya. Tawa bisa menjadi tirai, senyum bisa menjadi ilusi, dan kata-kata "Aku baik-baik saja" bisa menjadi kebohongan yang paling menyakitkan. Ini adalah kisah tentang seseorang yang menjalani hari-hari seperti biasa, seperti semua orang lainnya. Ia tertawa bersama teman-temannya, membantu keluarganya, mengisi waktunya dengan hobi, dan menjalani hidup seperti yang seharusnya. Tapi di balik semua itu, ada kehampaan yang tak terjelaskan, ada luka yang tak terlihat, ada pertanyaan yang tak pernah terjawab. Bagaimana rasanya hidup tanpa benar-benar merasa hidup? Bagaimana rasanya berjalan di dunia ini, tetapi tidak pernah benar-benar berpijak? Dan bagaimana jika, suatu hari, semuanya terasa terlalu berat untuk dilanjutkan? "Biarlah" bukan hanya sebuah cerita. Ini adalah perjalanan di antara cahaya dan kegelapan, kebahagiaan yang palsu dan kesedihan yang nyata, antara eksistensi dan kehampaan. Ini adalah kisah yang mungkin terlalu dekat dengan kenyataan-dan mungkin, terlalu sulit untuk diabaikan.