The Bad Egg

The Bad Egg

  • WpView
    Reads 1,856
  • WpVote
    Votes 109
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 9, 2020
Aishaa Isabella Zalina, perempuan yang akan berusia 25 tahun bulan September mendatang, belum bisa menerima apa yang terjadi pada realitas hidupnya hingga kini ia sampai di London karena sesuatu hal dan harus tinggal serta mencari penghasilan sendiri untuk mencukupi kebutuhannya. Danial tentu menerima keberadaan Aishaa secara tiba-tiba di flatnya, meskipun agak kewalahan dengan kebiasaan perempuan itu dan masalah yang ditimbulkannya. Mateen yang merupakan laki-laki kaku dan selalu sopan tidak menyangka Aishaa juga akan masuk dan ambil andil dalam kesehariannya, walaupun awalnya Mateen sangat amat tidak menyukai keberadaan perempuan itu diantara ia dan Danial, sahabatnya. Tetapi perlahan, kerutan di dahi Mateen berubah menjadi senyuman dan pandangan yang hangat untuk perempuan yang kini sedang menyumpahi orang-orang disekelilingnya, entah mengapa.
All Rights Reserved
#6
abdulmateen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Was The Evil Witch
  • HAGA : Becoming the Father of the Villain Twins
  • Story Of Pangeran (End) | 🌐 Perwira Series
  • Prince or Princess: MEMORIES
  • OUR INCOMPLETE STORY
  • My Lecturer is My Husband
  • Am I the Reincarnation of a Goddess?
  • Wasted Princess [On Going]
  • The Broken Crown (END)

COMPLETED. Dm for follback Spin off from "I'm More Than Just A Princess" ••~•• "Aleeyah Najma, kau dihukum mati atas percobaan perebutan takhta Yang Mulia Damian Azazel Lucretius de Erebos, dan percobaan pembunuhan terhadap Lady Isandra" Kalimat itu terngiang di kepalaku, seraya aku mendongak menatap panggung raja di sebrang sana. Dimana Isandra, menangis tersedu di dalam pelukan Azel saat melihatku yang akan dieksekusi. Aku terenyuh, rasa sakit dan sesak akan penyesalan memenuhi perutku. Apa yang telah aku lakukan? Aku memiliki semuanya namun aku sia-siakan. Sahabat yang begitu tulus, ayah yang perhatian padaku, tidak perlu kusebutkan harta dan ketenaranku. Apa yang kurang? Kenapa aku masih ingin merebut kebahagiaan orang lain? Kenapa aku begitu serakah? 'Kau bodoh Aleeyah' batinku memaki diri sendiri. Sekali lagi, kulihat sahabat baikku di sebrang sana. Ah rasanya bibir hina ini tidak pantas lagi menyebutnya sebagai sahabat. 'Teman ya?' Bibirku terangkat, aku tersenyum kecil. Sebuah kata maaf tidak akan cukup untuk menebus dosaku, akan kubayar semuanya di neraka nanti. Isandra, Azel, ayah, kalian semua berbahagialah. Maafkan kehadiranku yang merupakan bencana, kutuklah aku sebanyak yang kalian suka, aku rela, aku pasrah. Karena diriku adalah pendosa. CRASH ••~•• "Ah lagi-lagi kita harus mengurus bayi ini" Suara siapa itu? Bayi siapa? "Kau benar, sudah berapa lama sejak dia lahir? Tapi grand duke sama sekali belum datang melihatnya, sebenci itu grand duke pada putrinya" Grand duke? Putrinya? Ah persetan, aku tidak peduli. Aku harus keluar dari sini. 'Tapi kenapa tangan dan kakiku pendek sekali?' batinku saat aku tidak mampu menggerakkan anggota gerakku dengan leluasa. Hanya naik turun kanan kiri seperti... 'Tunggu, jangan bilang...' "Ah dia sudah bangun, aku akan mengganti popoknya. Kau siapkan susu setelah itu kita pergi" ucap seorang maid raksasa yang menatapku malas. Tunggu, dia tidak raksasa. 'Aku jadi bayi?!' #1 on

More details
WpActionLinkContent Guidelines