Bara Asmara

Bara Asmara

  • WpView
    Reads 152
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 7, 2020
Tak ada yang bisa menebak dengan siapa kita akan jatuh cinta. Cyelia adalah salah satu dari sekian banyak wanita yang tidak pernah membayangkan akan bertemu dengan laki-laki seperti Adam. Cyelia dan Adam mempunyai latar belakang yang berbeda. Cyelia adalah wanita yang introvert. Ia lebih senang menghabiskan waktunya dirumah. Sedangkan Adam adalah pria yang cukup aktif di komunitas pecinta alam yang artinya ia lebih senang menghabiskan waktunya diluar rumah dan berkumpul dengan banyak orang. Tapi, bukankah dengan adanya perbedaan tersebut mereka bisa saling melengkapi? Saling berbagi? Dan saling mengerti?
All Rights Reserved
#142
pendakian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TAKDIR TERBAIK (TERBIT)
  • ENCHANTED | End
  • Mastering Him
  • (End) Ketika Hanya Hati yang Saling Bicara
  • Heal With You [END]
  • Merried
  • An Introvert Man's Love Life

Dilamar karena saling mencintai ✖ Dilamar karena mendoakan saat bersin✔ ** Najla tidak pernah mengira kalau mendoakan seorang Adam Rayyan Rizqullah ketika lelaki itu bersin akan berakhir dilamar. Gadis yang belum move on dari mantan kekasihnya itu dibuat bingung. Antara menerima lamaran dari Adam atau menunggu Alan kembali yang entah pergi ke mana. Di mata Najla, Adam memiliki sebuah kelebihan dan sesuai kriteria suami idamannya. Apa itu? Kelebihan Adam adalah duda! Iya, kalian tidak salah baca. Najla, gadis absurd yang memiliki kriteria suami idaman seorang duda. Aneh, bukan? Keinginannya menikah dengan duda sudah mendarah daging, bahkan kedua sahabatnya didoktrin agar memiliki kriteria yang sama. Akankah Najla menerima lamaran dari Adam dan melupakan masa lalunya? ** "Adek saya masih kecil," ucap Lettu Ammar "Saya tau," jawab Mayor Adam enteng. "Dia gengsian." "Saya akan belajar untuk peka." "Dia suka marah-marah." "Sebisa mungkin saya tidak memancing amarahnya." "Ilmu agama yang dia tau tidak sedalam itu." "Akan saya santriwatikan adekmu dengan saya yang menjadi guru privatnya." "Dia manja." "Akan saya turuti semua inner child-nya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines