G R I S E O

G R I S E O

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 22, 2021
Apa yang akan kamu lakukan ketika ada seseorang berucap bahwa hidup mu hanya akan bertahan seratus hari lagi? Reaksi pertama mungkin kalian akan tidak percaya dan merasa bodo amat. Tetapi semakin lama dipikirkan, semakin kamu merasa takut bahwa perkataan-nya itu sungguh-sungguh. Kalau gadis yang ada di cerita ini sih, sudah jelas ketakutan nomor satunya adalah kematian. Gadis nakal yang suka nongkrong di warung kopi sambil makan mendoan, hingga sering berbuat onar di sekolah dan membuat guru BK angkat tangan dengan sikapnya. 'Kamu tinggal mengikuti instruksi saya, agar kamu meninggal dengan tenang dan masuk surga.' Begitu kata tutor kematiannya. Dan sekarang, dia sudah siap untuk menjadi orang baik yang siap masuk surga! "Selamat datang surga ku!"
All Rights Reserved
#290
kebohongan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Argithan √
  • Bad Girl & Nerd Girl [END]
  • ALIN TRANSMIGRATION {End}
  • Tahun Kabisat (New Version) -End-
  • 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ]
  • Reboot! Not Ribut
  • A Perfect Star
  • ARKAN |END| Belum Revisi

"Please, Pak. Ara beneran nggak mau di cincang sama kaprog gila, Paaak!!!" Pasang senyum sejuta byte, akhirnya pak ojol menyerah. Ia menepikan motornya. Kemudi motor beralih ke tangan. Ara tersenyum puas harapannya terpenuhi. Saatnya beraksi. "Aduh, mbak..., jantung Pak Ojol mau copot!!!" Belum banyak beberapa menit, telinga Ara sudah dicemari oleh teriakan dari si pemilik motor. Tak peduli dengan itu, Ara menancapkan gas lebih banyak lagi. "Awas, mba eee! Bakul krupuk!" Bodoamat, Pak! Wkwk. Bibir Ara mengencang menyesuaikan gas yang ia tarik. Bakul krupuknya aja yang nggak tau diuntung. Memakan banyak tempat, huhhh. Berbelok ke area sekolah dan mengakhirinya dengan mengerem mendadak. Membuat Ara sediki tersungkur ke depan akibat tekanan tubuh dari si penumpang. "Aduh, Mbaknya ... cantik-cantik naik motor, kok, kayak orang kesurupan!" Pak Ojol mengusap-ngusap dadanya. Tenang, Pak. Masih idup, kan? Ara tak menggubris, ia mencopot helm yang menaungi kepala Ara dan memberikan ke pemiliknya. Ia menyodorkan uang pas ke pak ojol. "Thanks, ya, Pak!" Pak ojol menggelengkan kepalanya. Darahnya sor-soran, jantungnya deg-degan. Bocah SMK mengajak pak ojol mau mati. Haduh! Ara berlari kecil menuju kelasnya. Koridor cukup sepi. Untungnya, di gerbang tidak ada BK ataupun satpam, si Gatol botak! "Ternyata, selain jadi murid bar-bar, kamu juga jadi pembalap." Tepat sekitar enam meter dari jaraknya Ara, si kaprog gila itu sedang berjalan di belakangnya. Bersuara dengan mistisnya, Ara menjadi was-was. Masalah apa lagi, ya, Allah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines