Cerpen Islami

Cerpen Islami

  • WpView
    Reads 112
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 30, 2020
indahnya hidup yang kita dapatkan tidak akan sebaik apa yang kita harapkan, terlebih bagaimana takdir menuntun kita untuk dapat memilih apa yang kita inginkan. Allah senantiasa mendidik hambanya dengan banyak sekali cobaan untuk mendapatkan rahmatNya yang kiranya pantas pada mereka yang bertakwa. cobaan itu bukan berarti Allah tak sayang pada kita tapi itu tanda bahwa besar sayang Sang Khalik pada kita. makan bersyukurlah. saat bagaimana seorang hamba diuji dalam kehidupan dan cinta itulah masa dimana Allah sedang menunjukkan kasih sayangNya. saat dimana kita lebih memilih cinta kepada makhluk fana disitu Allah menunjukkan kecemburuan dengan menguji hati hambanNya... semua itu ada jalan takdirnnya masing2... penulis menyediakan beberapa kisah nyata dan fiksi dalam bentuk cerpen untuk memberi nilai2 yang sepatutnya dapat diambil pelajaran oleh para pembaca... semoga mendapat manfaat yang semestinya.
All Rights Reserved
#128
cerpenislami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Imam untuk Gladysa✓
  • Busyro Lana✓
  • SENJA UNTUK ALESHA
  • Jalan Takdir (END)
  • Jodoh Tak Mungkin Tertukar
  • PAPERFLAKES
  • Ikhwan [SELESAI]
  • Lembar Terakhir Surat Untuk Dika
  • Astagfirullah, Husband! [RE-UPLOAD]

Gladysa Makmuma Al-Fath. Seorang perempuan yang selalu mengusik ketenangan seorang Imam El. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Galydsa sangat membenci Imam, beda dengan kaum Hawa lainnya yang selalu memuji Imam bagaimana pun keadaannya. Yang satu kalem, yang satu cerewet. Yang satu tenang, yang satu emosian. Yang satu bodo amatan, yang satu selalu nyinyir. Yang satu adem anyem, yang satu selalu kepanasan. "SUMPAH! GUE BENCI BANGET! KENAPA PAPI GUE NAMAIN GUE ADA MAKMUMNYA?!" "Lo emang tercipta buat jadi makmumnya Imam, Sa." "NAJIS!" Imam itu alim, tenang, ketua hadroh, pengurus rohis, ketua OSIS. Para fansnya kalo ngeliat dia rasanya udah kayak tiduran di ubin Masjid. Adem banget, apalagi kalo habis ngerjain soal MTK. Beda lagi kalo Gladysa yang ngeliat Imam, bawaannya panas mulu. "Senyum mulu, sok cool pula! Dih, amit-amit. Sok kegantengan banget! Gantengan juga Papi gue. Alay banget, tuh, cewek-cewek! Dasar tukang caper!" Hingga suatu kejadian membuat Gladysa ingin hilang dari muka bumi ini, terlebih kedua orang tua mereka amatlah dekat. ×××× "Info! Cewek kalo ultah biar seneng dikasih apa?" "Qobiltu." Imam tersenyum kecil. "Lo ngode? Tapi, kan, gue udah ngucap qobul." "Lo ketagihan gue halalin?" Satu lagi tentang Imam, cowok itu selalu iseng dengan orang-orang tertentu. Yang satu tukang ngisengin orang, yang satu tukang salting ala-ala dedemit. "Ketika jatuh cinta pilihannya hanya dua. Bersatu dalam akad atau berpisah dalam taat."

More details
WpActionLinkContent Guidelines