Rendy dan Nad

Rendy dan Nad

  • WpView
    Membaca 222
  • WpVote
    Vote 30
  • WpPart
    Bab 9
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Mei 11, 2020
ini bukan cerita cinta, dan mungkin tidak semua yang tertuang seromantis kisah kisah orang. Dua insan yang bertemu secara tak sengaja, dua insan yang dekat karena tak sengaja, dan dua insan yang mampu menjadikan pribadi satu sama lain menjadi lebih baik. Semua ini awal, awal dimana aku bertemu denganmu, awal dimana aku merasakan bahagia denganmu, dan awal bagaimana aku mencintai hujan karenamu. Ini bukan cerita cinta, tapi mungkin ini pertemuan dua insan yang tak bisa terdefinisikan oleh kata. Aku selalu bersyukur telah bertemu denganmu, dan aku tidak pernah menyesal dipertemukan olehmu.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#605
dia
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • DENTING  [Revisi]
  • Saat Aku Melihatmu
  • Terima kasih Ravindra
  • memory
  • Be a Bad Girl (End)
  • Evelina Oriella Meliora [HIATUS]
  • I'm Alvin [On Going]
  • 𝓛𝓪𝓴𝓪[𝓞𝓷 𝓖𝓸𝓲𝓷𝓰]
  • [END] Blind Rainbow
  • My Teacher My Husband

Kebersamaan dapat membuka celah dihati seiring berjalannya waktu. Berada disampingmu itu sebuah kenyamanan bagiku. Kamu yang selalu sabar, kamu yang menantiku, kamu yang bertahan disaat aku juga sedang bertahan untuk orang lain. Hingga orang yang aku perjuangkan ternyata mengecewakan. Tapi aku sadar, betapa hati ini kosong. Kau pergi membawa hatiku tanpa membawa diriku. Hatiku dibawa olehmu, aku tak dapat merasakan apapun selain kehangatan jiwamu. Namun, kamu pergi tanpa sempat memberi hatimu, Juga kau biarkan hatiku terkurung disana. Aku jatuh hati padamu. Sedangkan kamu terlalu mudah menjatuhkan hatiku. Kamu melupakanku, menjauhiku. Dan aku hanya bisa diam, menyadari semuanya berjalan menjauh tanpa bisa berbuat apa-apa. Karena ku rasa ini sudah sepantasnya aku dapatkan, mengingat dulu aku-lah yang lebih banyak menyakitimu. Dan itu seperti bomerang, kembali menyerang balik diriku. Aku tak dapat mencegahmu pergi. Dan kamu, diam-diam menjemput perempuan masa lalumu. Namun, aku terlalu bodoh untuk mengetahui perasaan orang macam kamu. Yang aku tahu, cinta itu mudah. Dan ternyata aku salah. Bahkan, aku salah telah memilih orang. ----- Note: Hargai tulisan karena menulis butuh pemikiran, waktu, dan imajinasi yang tak semudah saat membacanya saja. Dan lapor ya, kalo kalian menemukan cerita yang sama seperti ini, makasih ☺

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan