A girl with random personality

A girl with random personality

  • WpView
    Reads 119
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 1, 2020
"Sebuah dadu yang menentukan jalan kepribadian serta perubahan emosi setiap harinya secara acak,merasakan banyak peristiwa di tiap-tiap pergantian waktu namun satu hal mutlak mengenai perasaan aneh yang kudapatkan pada manusia di abad yang aku kunjungi saat sekarang ini" Floryn ,gadis remaja dari abad-19 yang menentang semua perintah sang ayah bernama Quon karena dianggap terlalu mengekang jalan hidupnya. Akan tetapi suatu malam tepat pukul 00.00 Floryn bertemu dengan sebuah keluarga kecil dari teman barunya bernama Bluechia yang menuntunnya menemukan lubang hitam mesin waktu di dalam sebuah pohon bernama pohon gortdyl.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Maukah kau Menunggu ku?
  • Sofia's Love story √
  • Jejak Waktu Agnes
  • Of Time, Stars, Kingdom
  • MISTERI POHON DIMENSI
  • Kill The Tyrant
  • Hello, Princess!
  • Kenapa?...||Transmigrasi Chelsea (End)

**Prolog** seorang gadis remaja bernama Queensha Valeria Alastair, atau yang akrab disapa Caca atau Queen. Dengan senyum yang cerah dan mata yang bersinar, Caca baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-17 pada bulan April lalu. Sejak kecil, Caca dibesarkan dalam lingkungan yang penuh kasih sayang oleh ibunya, Chintya Putry dan ayahnya, Arjuna Mahesa Alastair, yang selalu mendukung setiap langkahnya. Kini, di bangku SMA 1 Jayakusuma, Caca sudah kelas 11 IPA dengan segala harapan untuk bisa masuk di unversitas yang ia inginkan dari bangku smp. Di tengah rutinitas dan tuntutan akademisnya, satu sosok menghadirkan warna berbeda dalam kehidupannya-Zalleon Arya Nicholas, atau yang biasa dipanggil Leon. Leon, dengan segala pesona dan kehangatannya, telah membuat Caca terpesona. Meskipun mereka berada di kelas yang sama, ada jarak yang memisahkan usia di antara mereka-Leon sudah berusia 18 tahun sejak bulan Desember yang lalu, sementara Caca masih menapaki usia remajanya dengan penuh antusias. Saat musim semi beranjak ke musim panas, dan hari-hari berlalu dengan gemuruh dan tawa remaja, Caca menemukan dirinya terjebak dalam perasaan yang tak bisa ia ungkapkan sepenuhnya. Di balik tatapan-tatapan sederhana dan obrolan-obrolan ringan, tersimpan harapan dan rasa yang dalam. Apakah Leon merasakan hal yang sama? Apakah kisah cinta mereka akan mekar seperti bunga di musim semi, ataukah hanya menjadi angin lalu di tengah hiruk-pikuk dunia remaja mereka?

More details
WpActionLinkContent Guidelines