Sehati Sejiwa

Sehati Sejiwa

  • WpView
    OKUNANLAR 18,616
  • WpVote
    Oylar 1,349
  • WpPart
    Bölümler 11
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Pzt, Oca 29, 2024
Coming soon.... Perpisahan yang sangat menyakitkan.. Terpisah dengan orang orang yang kita cinta dan sayangi itu benar benar sangat menyakitkan sekali... Karna keegoisan dan ego dari masing masing orang tuaku,mereka menyakiti aku dan adik adik ku.. Perpisahan itu membuat jarak yang sangat jauh sekali.. Jarak Bumi dan Langit seperti itu jarak yang membuat kita berpisah.. Semakin aku mengkikis jarak itu semakin lebih jauh lagi jarak yang memisahkan kita.. Setiap malam aku selalu memandangi bintang bintang yang bertebaran di lagit gelap ituu..berharap wajah wajah yang aku rindukan akan ada disana,tapi sayang aku sudah mencari cari wajah wajah itu di ribuan bintang di langit tapi tidak ku temukan...entahlah aku bahkan sekarang sudah tidak tahu lagi bagaimana wajah wajah itu sekarang...!!!
Tüm hakları saklıdır
#20
duoselatan
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Our Home Lost in This House
  • TERIMAKASIH CINTA (RANFILOVERS)
  • Dia Saudara Kandungku? (END)
  • Pertemuan kita ❤ { END }
  • Sister's Affection for You Her Sister
  • Back To You
  • Baazigar (Tamat)
  • Penyesalan ( COMPLETED )

Malam membawa bulan melayang diambang langit Menebar bintang yang berbaris rapi Sakit yg menggerogoti aku Semakin tak berperasaan Menusuk ulu hati, menyisakan luka yang tak kunjung mengering Menambah lara hatiku yg terkhianati Aku tak diberi kesempatan Oleh rembulan untuk berkisah lebih lama dari biasanya Arumi Syafiya. _________________________________________ Secarik kertas terakhir seorang ibu dalam sakaratul mautnya. Lengkap dengan butir-butir air mata yg membekas di atas kertasnya. Dan tetesan darah yang membentuk identitas di permukaannya. Yang membuat siapa pun yang membacanya akan paham, betapa sakit dan. menderitanya ia di penghujung nyawanya. Wanita hebat yg kerap kami panggil Bunda itu, telah tiada tiga tahun yang lalu. Mewarisi kami hati yang terbalut rindu. Lengkap dengan kenangan kami, hari-hari kami, yang kami habiskan dengan canda dan tawa. Tanpa tau apa yang telah dialaminya, kami tak kehilangan sedikit pun kasih sayang. Semuanya utuh, seolah baik-baik saja.

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi