I'm afraid

I'm afraid

  • WpView
    přečtení 562
  • WpVote
    Hlasy 315
  • WpPart
    Části 11
WpMetadataReadRozepsáno
WpMetadataNoticeNaposledy publikováno pát, srp 28, 2020
Kania Dheandra ketakutan saat seseorang yang berada dihadapannya berjalan dengan perlahan kearahnya. Kepalanya tertunduk,sehingga dia bisa melihat sepasang sepatu melangkah kearahnya. Kania tau kalau yang didepannya saat ini ini seorang cowok. Dia bisa mencium wangi parfum cowok itu,yang terkesan maskulin. "Jangan mendekat.Kalau tidak..." Cowok yang dihadapan Kania terkekeh. "Kalau tidak apa?"tanyanya dan terus melangkah
Všechna práva vyhrazena
#6
zha
WpChevronRight
Připoj se k největší komunitě vypravěčůZískej personalizovaná doporučení příběhů, ukládej si oblíbené do své knihovny a komentováním i hlasováním buduj komunitu.
Ilustrace

Taky se ti může líbit

  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • RaFa ; Ketika Potret Sosokmu Adalah Takdirku
  • Stranger | Orine
  • The Past Between Us
  • Keanadira [ Selesai ]
  • AIRen
  • Hujan dan Sebuket Dandelion
  • Flummox

"Memalukan." ujar Azzam sinis, tatapannya datar. Asya tersentak, senyumnya memudar, ada apalagi dengan suaminya. Kenapa sikapnya selalu berubah. Apa katanya tadi 'memalukan' apa maksudnya. "Ma-maksud mas apa?" tanya Asya bingung. "Jangan pura-pura tidak tahu." sinis Azzam. Asya mengerutkan keningnya. "Asya gak ngerti, maksudnya apa. Asya buat salah lagi?" jawabnya lirih. "Kenapa kamu itu gak bisa sadar diri." ujar Azzam dengan nada dingin. Asya menunduk dalam, "Kalo mas gak bilang Asya juga gak tahu." jawab Asya, suaranya mulai bergetar. Azzam mengusap wajahnya kasar, segera ia beristigfar. Takut syetan menguasai dirinya ketika marah. Dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. "Tadi kamu pulang sama siapa?" tanya Azzam, matanya menyorot tajam. Asya yang melihat itu pun mulai takut. Ia lupa memberi tahu Azzam tentang itu, dan ... darimana Azzam tahu hal ini. Astagfirullah kenapa ia selalu saja ceroboh. "Gak bisa jawab, kan." sindir Azzam. Ia berjalan ke dalam kamar dan menutup pintu dengan keras. Asya segera tersadar dan menyusul langkah Azzam. "Mas Asya bisa jelasin." pekik Asya dari luar kamar, ia menggedor-gedor pintu namun tak digubris oleh Azzam. "Mas Azzam salah paham, Asya bisa jelasin. Itu semua gak kayak yang mas pikirin." ucap Asya dari luar. Hening. "Mas," panggil Asya mulai pasrah. Sepertinya Azzam benar-benar marah, ini semua karena kecerobohannya sendiri. Menyalahkan Fahmi juga bukan pembenaran, karena ia membantunya untuk menjalankan amanah. Cover by Nurhanifah

Více informací
WpActionLinkPokyny k obsahu