Cermin

Cermin

  • WpView
    Reads 418
  • WpVote
    Votes 106
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 9, 2020
Zia menemukan sebuah cermin tua saat gadis itu tersesat di hutan. Aneh, saat ia sedang bercermin, tubuhnya bagai terseret ke dimensi lain. Dari cermin itu ia bisa menatap masa depan, atau malah terseret ke masa lampau. Dan sepertinya, cermin ini bisa membantu gadis itu untuk mengungkap penyebab kematian Kevin, kekasih yang paling ia cintai dan sayangi. Keanehan yang lain mulai terjadi. Zia selalu didatangi seorang gadis kecil dengan senyum yang sangat mengerikan. Gadis kecil itu bisa saja muncul dimana-mana. Tetapi, orang lain tidak bisa melihatnya. Gadis kecil itu bagai menyimpan dendam kesumat pada Zia. Ia ingin membunuh Zia dan selalu mengajak Zia untuk memecahkan teka-teki yang sulit dimengerti. Beruntungnya, Zia bisa dipertemukan oleh tiga orang laki-laki di tempat yang tak terduga. Mereka siap membantu gadis itu untuk memecahkan teka-teki tersebut. Dan salah satu dari mereka, akan ada yang bisa membuat Zia melupakan Kevin dan membuat gadis itu jatuh cinta padanya. 10 Mei 2020
All Rights Reserved
#230
literasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALZEA : FEATURED SOULS [END]
  • 𝐇𝐄𝐊𝐒𝐀𝐕𝐈𝐀𝐍
  • SHILA [END]
  • Dari Januari Untuk Desember
  • WAITING YOU  [ Hiatus ]
  • Valcano
  • 00.00
  • Ice Love [COMPLETE]✔
  • Hiraeth'n

Algesa liar, berantakan, dan terlalu akrab dengan kehancuran. Zea cantik, tapi matanya menyimpan luka yang tak bisa dijelaskan. Orang-orang berkata hidup adalah soal pilihan. Tapi bagi Algesa Axeliano Ravanaugh, hidup hanyalah sisa napas dari keputusan orang lain. Ia tidak pernah meminta untuk dilahirkan, apalagi tumbuh besar di rumah yang dipenuhi darah, teriakan, dan kebohongan. Setiap langkah yang ia ambil adalah pelanggaran. Bocah pemberontak yang menantang dunia karena dunia lebih dulu menghancurkannya. Ia melawan. Melawan dunia yang telah merenggut Bundanya. Melawan ayah yang seharusnya sudah terkubur sejak lama. Malam itu, di jembatan tua yang dingin menusuk tulang, Algesa tidak mencari apa pun. Ia hanya ingin diam. Tapi justru di sana, dalam gelap yang lengang, ia menemukan sesuatu yang tak terduga, sepasang mata yang tak asing. Bukan karena ia mengenalnya. Tapi karena luka yang tersembunyi di balik sorotnya terasa terlalu akrab. Zea. Ia bukan gadis baru. Bukan pula gadis baik-baik. Tapi ada sesuatu dalam caranya berdiri, dalam diamnya yang membatu, yang membuat Algesa terus melangkah. Bukan karena ia cantik. Tapi karena ia rusak. Sama seperti dirinya. "Kenapa... lo nolongin gue?" tanyanya lirih, tubuhnya gemetar tak hanya karena dingin, tapi juga karena luka yang terlalu lama disimpan. Algesa menatapnya lama, diam tanpa ekspresi. Petir menyambar di kejauhan, memperjelas gurat tajam di wajahnya yang basah. Tapi kemudian sudut bibirnya terangkat, membentuk seringai kecil, dingin, ambigu, tapi entah mengapa terasa jujur. "Mungkin karena gue suka ngerusak hal-hal yang hampir rusak." ALZEA : 05. April. 2025 By : Rossa Ig : @rossaroxie @_chaterinee

More details
WpActionLinkContent Guidelines