Kenangan Indah

Kenangan Indah

  • WpView
    Leituras 5
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, abr 24, 2020
"Dear Daffa.. Mungkin suratku takkan pernah sampai di tanganmu, aku menulisnya setiap malam lalu aku melipat nya di helaian buku, kamu takkan tau itu Daffa. Mengenal mu membuatku bahagia.. Aku rindu saat bersamamu. Terimakasih telah mengukir semua senyum di pipi ku Daffa, aku menyayangi mu." Sepenggal surat Caca untuk Daffa.
Todos os Direitos Reservados
#968
fiktif
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Why you Comeback
  • Arti Sebuah Rasa [ THE END ]
  • Terima kasih Ravindra
  • Cinta yang membingungkan
  • Tuan R
  • I love You Om (END)
  • Erlangga
  • My Bricks
  • Resonansi

"Kenapa kamu balik lagi? dan tadi kamu bilang apa? mau perjuangin aku? Udah nggak ada guna nya" ujar gadis itu dengan penuh penekanan kepada pemuda yang bernama lengkap Gemilang Pratama. "Kasih aku kesempatan sekali lagi Sa. Aku minta maaf atas semua hal yang terjadi dulu. Aku bakal jelasin semuanya...aku janji bakal buat kamu jauh lebih bahagia kali ini," Ujar Tama lirih dan penuh permohonan. Tangan Tama berusaha untuk memegang pergelangan tangan gadis yang ia panggil, 'Sa'. Namanya Dia Carissa, kerap kali dipanggil Sasa. Namun, tangan Tama justru ditepis oleh Sasa. Sasa menatap Tama dengan sorot mata yang tak bisa dijelaskan. Kekecewaan, kebencian, kerinduan, kecemasan, bercampur aduk dalam sorot mata Sasa. "Ga ada satupun kesempatan yang pantas aku berikan lagi ke kamu. Aku sangat berharap kamu MATI", ujar Sasa dan berlalu meninggalkan Tama dengan tergesa-gesa. Tama hanya bisa menatap kepergian Sasa dengan terpaku, pemuda itu terpaku pada kata terakhir yang dilontarkan oleh Sasa. MATI

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo