AIDAN: MY ROMANTIC BROTHER

AIDAN: MY ROMANTIC BROTHER

  • WpView
    Reads 395
  • WpVote
    Votes 56
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 27, 2020
Dia Aidan Gardapati, anak pertama dari dua bersaudara. Yang selalu berusaha menjaga dan menyayangi adiknya. Adik perempuan cantik,yang bernama Alena. Alena nesya Gardapati, satu satunya anggota keluarga yang ia miliki. Satu satunya hal yang paling berhaga dihidupnya. Karna kedua orang tuanya yang sudah tiada, Aidan berusaha menjadi ayah sekaligus ibu untuk adik perempuannya. Ia sangat menyangi adik perempuannya, jadi tak segan segan ia akan memberi pelajaran jika ada orang yang membuat adiknya terluka. Sampai akhirnya, ada suatu hal yang membuat sikap Aidan acuh, cuek yang membuat Alena kehilangan sikap romantis dan perhatian abangnya.
All Rights Reserved
#165
care
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My First Love [END]
  • Putih & Abu-abu
  • Lovely Bianca
  • Lost Contact
  • HARAPAN YANG SALAH    ( REVISI )
  • My Heart Only Belongs To You
  • Seperti Sedang Bermimpi [ON GOING]
  • Aresya Audi ΔEndΔ
  • Unwanted Sibling | JAY JUNGWON
  • My Enemy Ayna

WARNING 21+!!! Banyak adegan dewasanya, yang merasa belum cukup umur diharap mengundurkan diri ya... ##### Mavia Renata, seorang siswi cantik kelas 2 SMA yang nampak anggun dan lembut namun sebenarnya ia adalah gadis yang tomboi. Dia sedikit kurang pandai dalam bidang akademik, namun berbeda dengan bidang non-akademik nya yang luar biasa. Dia punya segudang prestasi dalam bidang olahraga, seni serta kepemimpinan. "Hei..Boleh nggak gue minta jawaban soal lo?" ucapku sambil menyenggol sikunya. Ku buang jauh2 gengsi ku entah kemana, ku bulatkan tekat ku untuk bertanya padanya. Ya dia adalah Marvel Abimana, Cowok blasteran Indo-Korea yang cukup ganteng namun paling rese di kelasku yang kebetulan banget kali ini duduk sebangku dengan ku. "Boleh," jawabnya singkat. "Beneran??" tanya ku curiga. "Boleh,tapi nggak gratis!" imbuhnya sembari menoleh kearahku dengan senyum liciknya. "Lo mau imbalan apaan?" tanyaku penasaran. "Satu jawaban dibayar dengan satu ciuman," bisiknya pelan tepat di telinga kananku. Seketika itu juga membuatku bergidik ngeri. "What????" ucapku kaget. Terlihat dia sedang tersenyum puas. "Sial!!! apa yg harus aku lakukan??" ucapku dalam hati. Mau tau kelanjutannya?? Yuk lanjut baca..

More details
WpActionLinkContent Guidelines