Imperceptible Boundary [COMPLETED]

Imperceptible Boundary [COMPLETED]

  • WpView
    Membaca 116,189
  • WpVote
    Vote 14,433
  • WpPart
    Bab 41
WpMetadataReadLengkap Sab, Agt 8, 2020
"Mas Abrian... aku suka kamu." Ujar gadis itu tiba-tiba, tepat di pinggir lapangan sekolah saat tak ada siapapun di sana. Tepat sebelum Brian melanjutkan langkah menuju hall utama untuk pertunjukan bandnya. Gadis itu terlihat sangat biasa, tanpa rona gugup yang menghiasi wajahnya. Brian bahkan tidak menemukan raut kecemasan seperti biasa yang ia tangkap setiap kali para gadis itu mendekat. Ia terlihat casual dengan pipi chubby dan tubuh sedikit gempal serta rambut sebahunya yang melambai tatkala sehembus angin melewatinya. "itu kata Joana. Anak kelas sepuluh A." ujarnya lagi masih mengulurkan sebuah kertas yang Brian duga adalah surat cinta yang ditulis tidak ada niat-niatnya. Surat itu lebih seperti surat dadakan yang dibuat sebelum ulangan harian, dengan kertas tengah Sidu tanpa pemanis yang membuat surat itu spesial. "diterima ya Mas. Kasihan kalo ditolak. Nanti aku gak jadi diajak jajan ke Yoshinoya." Tambahnya lagi membuat Brian kehilangan kata-kata. "udah ya Mas, aku duluan. Ini suratnya aku tinggal di sini. Aku masih harus les soalnya. Joana ada di sana, nanti di samperin ya." Ujarannya lebih seperti seseorang yang sedang menitipkan surat ijinnya alih-alih titipan surat cinta. Gadis itu terlihat smart namun bodoh di satu waktu. Jika itu memang surat cinta, tidakkan terlalu riskan meninggalkannya di bawah batu di tepi lapangan? Brian hanya tersenyum miring kemudian. _____ This story is fully dedicated to my beloved OTP lack of moment, Seulbri. I own nothing but the story line. The characters are fictional, there is no single thing related to someone's experience in real life. The book might contain many inappropriate words, so that please be wise readers :) Happy Reading Anak Timun | Bundanya Doun
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#5
dayvelvet
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Stereotype; Soobin
  • When We Met
  • Little Monster [COMPLETED]
  • BAD SCHOOL || BlackVelvet✔
  • Tetangga Masa Gitu? • Sungbri x Jaepil✔️
  • Chocolate🍫
  • REVANO [ SELESAI ]
  • BERTIGABELAS | 47 Days With Them✔ [OPEN PO check IG allyoori]
  • Surat Untuk Andiny {TAMAT} ✓

[Local Fanfiction] Banyak yang mengatakan bahwa wanita itu tak memiliki kehangatan sama sekali. Dengan wajah ketus tanpa senyuman itu, terkadang ia memang mudah membuat orang lain terintimidasi. Selama beberapa tahun ini, wanita itu selalu saja menutup hati. Sama sekali tak mengizinkan orang lain masuk, hanya untuk mengacaukannya lagi. Selalu mengira bahwa tak ada yang benar - benar mencintainya di dunia ini, maka wanita itu pun memutuskan untuk membangun sebuah dinding pertahanan. Namun tak disangka, takdir mempertemukannya dengan seorang remaja lelaki yang membawa cinta seluas samudera. Haruskah ia menerima cinta itu? Mengingat, jarak usia diantara mereka seolah menghantamnya ke lautan dalam. Dirinya pun dilema. Mungkinkah sesungguhnya perbedaan usia bukanlah suatu penghalang bagi rasa cinta? Highest rank ; 01- soobinff (01-07-2020) 14- choisoobin (18-11-2020) 20- choiyeonjun (07-06-2021) Terima kasih sudah mampir ke cerita pertama saya di sini. Jika berkenan bisa menekan tombol vote, maupun comment ya. Saran dan kritik sangat diterima, silahkan DM saja. • Story by Arindra

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan