DISTA
  • WpView
    Reads 314
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 26, 2020
Bagiku, Kau adalah angin, Terasa namun tak dapat ku sentuh, Kau bagai cahaya, Terlihat namun tak dapat ku genggam, Seharusnya ku sadar, Kau ada, hanya untuk ku syukuri, Bukan untuk ku miliki. Tulisan diatas, cukup mewakili perasaan Disa saat ini. Perasaan yang menurutnya tak seharusnya ada, mungkin karena 'kau' yang Disa maksud itu, adalah orang yang tak seharusnya dia cintai. Penasaran dengan kelanjutan ceritanya? Tambahkan ke perpustakaan kalian kuyy!‿♡ Jangan lupa vote dan comment yaa
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • What Is The Meaning Of Waiting? -END-
  • AGAVAN (H I A T U S)
  • Putralisha~
  • SKALA (Reana) COMPLETED
  • Waiting For
  • Jejak Waktu [Complete]
  • Meski Saling Berdekatan
  • Ar.
  • Heart to you.(END)
  • Bukan Kita D.A.N

Terlalu sulit untuk melupakan semua kenangan dulu yang membekas di otak ku. Perasaan dulu yang membuat ku merasakan jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya jika di dekatnya. Itu hanya dulu. Kini semunya telah berubah. Kini dia telah tiada untuk selamanya. Dia yang dulu selalu menemaniku, setia mendengarkan ocehanku, yang membuat ku tertawa akibat kelukannya, semuanya telah tiada. Dia sempat pergi sementara. Tapi sekarang dia pergi untuk selama-lamanya. "Kenangan tidak akan pernah pergi, ia ada tersimpan di dasar hati. Dia tak berkata, hanya bisa menyampaikan lewat rasa."

More details
WpActionLinkContent Guidelines