DISTA
  • WpView
    Reads 314
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 26, 2020
Bagiku, Kau adalah angin, Terasa namun tak dapat ku sentuh, Kau bagai cahaya, Terlihat namun tak dapat ku genggam, Seharusnya ku sadar, Kau ada, hanya untuk ku syukuri, Bukan untuk ku miliki. Tulisan diatas, cukup mewakili perasaan Disa saat ini. Perasaan yang menurutnya tak seharusnya ada, mungkin karena 'kau' yang Disa maksud itu, adalah orang yang tak seharusnya dia cintai. Penasaran dengan kelanjutan ceritanya? Tambahkan ke perpustakaan kalian kuyy!‿♡ Jangan lupa vote dan comment yaa
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dibalik Tawa
  • Mengapa memintaku untuk bertahan
  • My Friend Is My Crush (END)
  • Ar.
  • Putralisha~
  • Waiting For
  • Antagonis
  • Dear... Nadin From *Anonymously*[Selesai√]
  • What Is The Meaning Of Waiting? -END-
  • Destiny

Bismillah semoga cerita ku bisa menghibur kalian ya teman-teman. Dan sebelum baca follow dulu ya biar nggak ketinggalan update terbaru dari aku Pertemuan ku ditaman itu membuat teringat akan apa yang pernah ia perbuat pada ku dan ibu ku menjadi kan goresan luka dihati ku akan kata kata yang mereka ucapkan tapi tetap ada rasa terima kasih ku atas apa yang mereka berikan pada ku saat itu. "Pergi kalian dari rumah ku tidak usah kalian injak kan kaki kalian lagi disini kalian sudah tak dianggap lagi"ujar nya pada ku dan ibuku membuat air mata lolos dari pelupuk mata nya membuat hati ku sakit tapi kenapa rasa nya lidah ini kelu untuk menjawab apa yang dikatakan nya Padahal selama ini aku dan ibu ku selalu ada dipihaknya kenapa itu yang ia katakan pada kami Segitu rendah kah harga diri kami bisa dia lakukan seenak nya Kembali..... "Aku takut jika harus mendengar nama itu dan tempat itu lagi membuat ku punya rasa dendam jika harus mendengar nya lagi bahkan bertemu orang orang seperti itu aku sudah tak sanggup lagi mas"ujar ku menangis dalam pelukan hingga baju nya basah karena berapa banyak air mata yang ku keluar kan. "Menangis lah sebanyak kamu mau dek,mas akan disini bersama mu agar kamu tidak takut lagi "ujar nya masih memeluk ku

More details
WpActionLinkContent Guidelines