We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Imagination becomes real

Imagination becomes real

  • WpView
    Reads 105
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 15, 2022
WpInfo
Fanfic
1Direction
Menyukai seseorang dalam diam itu memang cukup berat untuk dijalankan. Terlebih orang yang disukai itu disukai banyak orang, ingin berhenti rasanya tapi tidak bisa. Sebab hati terlalu lemah untuk dilawan apalagi dibantah. Namun apa mau di kata? Cinta adalah ilusi pemberian Tuhan yang bisa di rasakan, walau itu terkadang menjadi sebuah siksaan batin bagi si 'perasa'. Takdir Tuhan memang sulit di tebak dan di cerna. Namun Tuhan selalu tau yang terbaik untuk manusia. "Kenapa gue suka sama orang kayak dia sih, Tuhan!..." Kanaya membatin frustasi. *** Dzee mencolek dagu Kanaya dengan jail. "Lo kenapa marah-marah mulu si?," "Lo bikin gue emosi!." Ketus Kanaya tanpa menoleh. "Jangan sering marah-marah, gue nggak mau punya istri muda tapi udah kriputan." Dzee, sembari tersenyum jail menatap Kanaya. . Namun tentu saja hidup bukan saja hanya sekedar tentang cinta pada pasangan layaknya Adam yang hanya mencintai Hawa seorang. Di cerita ini kalian akan menemukan kehidupan pahit namun tidaklah boleh dikatakan buruk apalagi sad ending. Karena hakikatnya, di setiap hal negatif di dunia ini, tidak pernah benar-benar negatif hingga akhir. Bagai hujan yang selalu di cela karena kedatangannya, padahal ia membawa kesuburan untuk padi yang akan kita olah menjadi makanan pokok nan bergizi di tubuh kita. *** Penasaran sama cerita selanjutnya?, Langsung cek aja udah!!, cepetaan, keburu plagitor yang tak berahlk nongol!! Maap kalau lambat update, hehe. Maap juga klo banyak typo:) Plagiator, hus hus... jagn dekat dekat!. HAPPY READING...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn ✔️
  • OUR PROMISE
  • Jeya✔️
  • 180° [END]
  • My Bride 2 (Tamat)
  • Rasya Vs Rasyid [END]
  • Diagnosis: Harapan [MS 1]
  • Because I'm Stupid (End)
  • Please, Love Me (END)
  • ALESYA (END)

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines