Seatmate

Seatmate

  • WpView
    Reads 1,750
  • WpVote
    Votes 644
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 7, 2020
"Gini aja deh, lo Vanila, lo duduk di sebelah gue. Dan lo, lo cari tempat duduk lain." Rio. === Dari sinilah semuanya bermulai, dari sini juga semuanya terasa. Asam, manis, pahit, semuanya mereka telan bersama. Dulu, Vanila berkali-kali merapalkan do'a agar Rio lenyap dari hadapannya, berkali-kali juga Vanila berharap langit berkenan menelan Rio. Tapi tak semudah itu membelokkan takdir, apalagi takdir yang direstui kenyataan adalah tetap. === "Lo mau gak bantuin gue?" "Apa?" "Bantuin memperbaiki keturunan gue, the next Rio." "Ha?!" "Kayaknya gue nggak perlu ngejelasin lebih panjang deh, lo udah pinter. Tinggal gue jelasin dikit. Jadi, siklus kehidupan lo kedepannya, lo bakal jadi istri gue, dan jadi ibu dari the next Rio. Oke? Deal!" ===
All Rights Reserved
#27
mala
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AURORA
  • CLOSER
  • TERA
  • 𝐄𝐧𝐠𝐢𝐧𝐞𝐞𝐫𝐞𝐝 𝐓𝐨 𝐁𝐚𝐛𝐲𝐬𝐢𝐭 |ᴛᴇᴇᴅᴇᴡ {√}
  • My Bad Ify
  • Different Page [Complete]
  • My Boyfriend Is Playboy
  • [END] Blind Rainbow
  • Satu Langkah Lebih Dekat [hiatus]
AURORA

"Semua peristiwa yang kita alami selama ini ternyata akan berakhir menjadi kenangan? Lalu kenapa kau dulu menyinggahi hati ini jika pada akhirnya kau pergi. Datang untuk pergi, lebih pantas ku tunjukkan padamu". Ucap Rara "Mengapa dulu diri ini terlalu bodoh? Harusnya aku bisa membedakan mana tamu dan mana tuan rumah. Jika kau dulu datang sebagai tamu, maka akan kusuguhkan teh saja. Namun kau datang berlagak bahwa kau adalah tuan rumah, maka aku menyuguhimu hati. Jangan salahkan aku jika aku salah memberi perjamuan untukmu. Tanyakan pada dirimu! Salahkah cara kedatanganmu?" Rizki hanya bisa mematung menatap wanita kuat didepannya yang sudah ia sakiti. Ia terlalu bodoh memberikan semua pengharapan kepada Rara. Sekarang semuanya sudah terjadi. Nasi telah menjadi bubur, Rizki harus terima bahwa ia akan kehilangan wanita yang benar benar tulus mencintainya. Ikuti terus kisah perjuangan cinta Rara mencapai titik puncak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines