Kekasih LDR-Ku

Kekasih LDR-Ku

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sat, Apr 25, 2020
Di suatu tempat nun jauh di sana. Ada seorang lelaki bermata tajam tertarik dengan wanita berselendang toska. Berjumpa via daring dan video call, si wanita dengan mudahnya bercerita tentang segala hal yang dilaluinya kepada sang lelaki. Sebuah kisah cinta sederhana, antara sang lelaki dengan si wanita. Yang terpisah jarak, namun diusahakan tetap bersama. Tanpa memikirkan resiko apa yang menanti mereka suatu hari nanti. Di suatu tempat nun jauh di sana. Ada seorang wanita setia menunggu kabar lelaki pujaannya. Mengharap sesuatu yang tak pasti. Namun hari-hari yang dilewati sang lelaki begitu berharga di mata si wanita. Berpasrah akan kehendak Ilahi, itulah yang selalu dilakukan si wanita setiap harinya. Demi sebuah cahaya yang tak dapat dijangkau kedua insan yang dimabuk asmara. Betapa silaunya. Betapa memabukkannya. Namun menetramkan hati dan jiwa mereka. Tak ada yang tahu. Di Suatu Tempat Nun Jauh Di Sana, Hernita28
All Rights Reserved
#88
longdistancerelationship
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Qanita
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]
  • Takdirku ✓
  • Cinta di Sepertiga Malam Terakhir [END]
  • PERJODOHAN GUS & NING || ON GOING
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Cerita Tanpa Akhir
  • Perihal Mengikhlaskanmu [TAMAT]
Qanita

"Mulai sekarang kita tidak ada hubungan apa-apa. Kita jalan masing-masing dan jangan ganggu aku lagi!" Qanita Zaura Nindya, gadis berusia 20 tahun itu mematung, seluruh tubuhnya seakan kaku. Qanita berusaha untuk mencerna setiap kata yang baru saja ia dengar. Apakah itu hanya ilusi? Seseorang yang dulu sangat mencintainya dan selalu bersamanya, kini dengan santai mengucapkan kata perpisahan. "Dit, aku bisa jelasin semuanya. Apa yang kamu lihat ini salah." Qanita berusaha untuk mencegah langkah lelaki itu sekuat tenaga, tentu dengan air mata yang tidak bisa berhenti keluar dari pelupuk mata. "Raditya Evansyah. Aku mencintaimu!" Suara Qanita begitu lantang mengucapkan kata cinta kepada lelaki yang kini meninggalkannya. Namun lelaki itu tidak memedulikannya sama sekali, ia terus berjalan tanpa beban. Pantaskah Qanita menangisi lelaki seperti itu? Pantaskah dia mempertahankan cinta yang hanya menimbulkan luka? Saat Qanita sudah hancur, semua yang ada di angannya pun hilang, lenyap begitu saja. Bagai mimpi tapi ini nyata! Kepingan indah kini berserakan tak ada harganya, bagaimana Qanita bisa menyatukan kembali mimpi itu dalam genggaman rida Allah. Hancur adalah titik paling menyakitkan dalam hidup! Sertakan sumber jika ingin mengutip tulisan sederhana ini. -Allah Maha Melihat- Start 17 November 2019 Finish --

More details
WpActionLinkContent Guidelines