Story cover for Warna Biru by meryrratu
Warna Biru
  • WpView
    LECTURAS 122
  • WpVote
    Votos 17
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 122
  • WpVote
    Votos 17
  • WpPart
    Partes 1
Concluida, Has publicado abr 25, 2020
Pikiran ku malam ini mengulang masa lalu. Dari kejauhan suara mu hangat menyapa tenangkan jiwa. Kita tak bertatap muka berbincang luapkan asa. Tawa kecil menghangatkan cerita dan mengaabaikan dunia.

"Apakah kita bisa bertemu?" Satu pertanyaan tak khawatirkan kita.
Hai, sahabat, semua telah berbeda. Hangat sapamu lama tak hadir sapa malamku. Tawa renyah mu tidak lagi lintas. Aku merindukan kita.

Melodi pikirannya mengantarkan gadis ini akan sebuah rindu. Rindu yang pilu. 

"Semua akan baik-baik saja. Selamat malam puan, aku merindukanmu."
Todos los derechos reservados
Tabla de contenidos
Regístrate para añadir Warna Biru a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Truth After Love (Tamat, segera terbit) de tiaxyl
36 partes Continúa Contenido adulto
perang "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
best friend and twilight cover
"Tatapan Terakhir yang Tak Kujadikan Pertanda" cover
RANNA cover
Kabut Cinta Diujung Senja cover
Truth After Love (Tamat, segera terbit) cover
Ketika Tulisan bercerita? cover
Detik Datang Dan Pergi cover
Antara Teman dan Teman Hidup cover
STAY WITH PAST cover

best friend and twilight

8 partes Continúa

"Ami, liat senjanya cantik banget" "iya ran cantik" "tapi sayang nya ga abadi ya" "di dunia ini gak ada yang abadi Ranya..., semua akan musnah pada waktunya" "mi? kita akan tetap seperti ini kan? kita ga bakal pisah kan?" ami seketika terdiam mendengar pertanyaan sahabatnya itu, ia bingung meski sebenarnya ia tau jika setiap pertemuan pasti ada perpisahan tapi entah mengapa hatinya egois dan ingin menyangkal ═━═━═━═━═━═━═━═━═━═─═━═─═━═━═━ "apakah kita akan seperti senja?" "atau tidak ada kata kembali dan hanya akan mengukir kenangan semata?" "aku benci pikiran ku!" "aku benci mimpi buruk ku!" "dan aku benci semua hal yang mengenai tentang ku!"