NANA & IAN

NANA & IAN

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 25, 2020
'Mungkin tuhan hanya mengizinkanku untuk mencintainya bukan untuk bersanding denganya' Ternyata benar semua yang ada di kepala tidak selalu benar. Yang aku kira dia mencintaiku nyatanya pun tidak. Aku hanyalah gadis egois yang ingin di cintai oleh orang yang benar benar tidak mencintaku, aku selalu berjuang untuknya tapi nyatanya perjuanganku sia sia. Dan ternyata orang yang aku suka adalah tunangan sahabatku. Mungkin ini sudah takdirnya, sekuat apapun berjuang jika dia di takdirkan bukan untukku aku bisa apa? Tuhan apa boleh gadis biru ini merasakan kebahagiaan? **** Halo gaiss!!! Ini cerita pertama saya jadi maaf yah kalo banyak typo atau masih berantakan soalnya masih belajar heheh.. Semoga kalian suka sama ceritanya.
All Rights Reserved
#288
romanc
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SELESAI (Say Goodbye)
  • Janji Biru dalam Mawar Biru
  • M E M O R Y  (On Going)
  • Uci si markoneng
  • Full Of Scratches
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Aku Kamu Dan Dia
  • Asal Kau Bahagia
  • Ali Arkhan
  • GIMEERA

Izinkan aku mengungkap sesuatu hal yang menurutku penting, izinkan aku mengungkapnya untuk yang terakhir kali. Rasanya berat jikalau harus melupakan orang yang dulu selalu bersama kita, setelah semua yang kita lewati bersama, tapi apa boleh jika takdir tidak berpihak sama kita. Aku terlalu berlebihan mempunyai rasa yang lebih dari teman tapi kamu harus tau semua perhatian yang kamu beri itu menumbuhkan rasa yang lebih dari pada seorang teman, dan harapan aku sangat besar tentang perasaan kamu. Untuk yang terakhir kali dan semoga ini yang terakhir dan tidak ada lagi sosok aku dihidup kamu, maafkan aku telah menyukaimu lebih dari seorang teman, kenal kamu itu adalah sebuah anugrah disaat aku sudah tidak mau mengenal cinta lagi tapi kamu datang sebagai teman yang memberikan harapan lebih ke padaku. Rasanya campur aduk antara berterimakasih karena kamu datang atau maaf karena aku berlebihan, dengan melihat kamu yang sekarang bahagia diluar sana aku ikut senang. Jikalau suatu saat nanti kamu sudah bertemu dengan yang lebih sempurna taruhlah aku dibagian kecil ingatanmu, jadikan aku sebagai sejarah yang sering kamu pelajari setiap harinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines