Suami Bar-Bar Dokter Cantik

Suami Bar-Bar Dokter Cantik

  • WpView
    Lecturas 10,120
  • WpVote
    Votos 1,100
  • WpPart
    Partes 19
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, oct 3, 2023
WpInfo
Ficción
Romance
Mata bulat besar Nayla terbelalak. Merasakan hangat di bibirnya oleh pria tersebut secara lembut. Yasa seolah mencari lawan bermain yang seimbang di sana, melengkapi indahnya malam dan menghilangkan sedikit hawa dingin di sekitar mereka. Nayla baru bisa menghirup oksigen lebih banyak setelah Yasa sedikit menjauh dari tubuhnya. "Seharusnya kamu gak lakuin ini, Yas." "Kita bakal lakuin lebih dari ini saat udah nikah nanti." Yasa berkata lirih seraya masih menyatukan kening mereka berdua. Hingga sedetik kemudian Yasa lihat jelas mata bulat indah milik Nayla masih tampak tak percaya. Yasa tersenyum tipis, bahkan dia belum mendapat penolakan keras dari wanita itu. Apa itu artinya .... "Lo boleh nganggap semua yang kita lakuin buat Vano. Tapi pernikahan kita nanti nyata, termasuk perasaan gue ke elo, Nay." "Perasaan apa? Perasaan cinta kamu cuma buat Thea, Yas. Aku yakin perasaan yang kamu punya sekarang hanya sesaat. Karena kita terlalu sering ketemu dan memiliki tujuan sama. Atau karena kamu masih bingung sama perasaan kamu sendiri." Nayla menjauhkan diri dari Yasa, menjaga jarak di antara mereka agar tidak terlalu larut oleh perasaan. Dia tahu perasaan Yasa sangat besar untuk Thea. Dan Nayla tidak ingin menaruh harapan terlalu tinggi lalu terjatuh di kemudian hari. "Apa lo bisa ngerti perasaan gue, Nay? Di saat pernikahan kita udah di depan mata dan batal oleh pihak lain. Gue ngerasain sakit yang gak beralasan. Di saat seharusnya gue bisa nolak permintaan lo, tapi gue selalu dateng lagi dan lagi sampe gue lupa bahaya apa yang ngehadang di depan. Menurut lo, apa artinya perasaan gue?"
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Mamahku Guruku
  • A Snowy Winter
  • ARHANAYA || SUDAH TERBIT ||
  • Terjebak Cinta
  • Lantunan Surah Asy-Syams
  • NAYANA (Complete)
  • DIKANESHA
  • Hasrat Sang Pecinta

Karisa menatap heran seorang ibu dihadapannya yang sedang memelas, meminta agar keinginannya dipenuhi. Di satu sisi, Karisa tidak tega menolaknya, mengingat kebaikan dan ketulusan yang sudah diberikan suami istri ini untuknya dan Kevin. Tapi, di sisi lain, ia tidak mungkin mau dijodohkan, apalagi dengan laki-laki yang belum pernah ditemuinya. "Maksudnya kita.... Saya dan kak Ken... Menikah, gitu??" Kenzo mengangguk sambil tersenyum membenarkan pikiran Karisa. "Ya, kita menikah demi Jojo. Jujur saya belum tahu bagaimana perasaan saya terhadap kamu, tapi saya tidak bisa membayangkan kalo suatu hari kamu menikah dan pada akhirnya kamu menjauh dari Jojo. Dia pasti terluka kembali. Saya bisa melihat betapa erat hubungan kalian berdua." Karisa tidak dapat berkata apapun saat ini, lidahnya kelu, pikirannya masih belum bisa mencerna dengan baik ajakan nekat bosnya. Mata mereka masih saling beradu pandang. Kenzo memberanikan diri memegang tangan Karisa dengan lembut. "Tolong kamu pikirkan, saya tidak memaksa agar kita menikah secepat mungkin, hanya saja saya ingin kamu tidak di cap buruk oleh orang-orang nantinya, karena kamu akan sering mengunjungi Jojo. Setelah menikah, saya akan membebaskan kamu mengejar cita-citamu."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido