Surrender to You

Surrender to You

  • WpView
    Reads 112
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 4, 2020
Sayzia Eldanara, atau akrab dipanggil Saza, suka banget ngehalu. Kerjaannya nonton drakor, baca novel romance, tapi payah dalam urusan asmara. Di umurnya yang ke-16 ini belum sekalipun ia merasakan sedapnya pacaran disaat teman-temannya telah memiliki belasan mantan. Kalau ditanya kenapa, gini jawabannya, "Ngapain sih pacaran? Nggak enak, nggak bisa gebet sana sini." Namun, semenjak ia menduduki bangku SMA dan bertemu seorang Gama Megantara, prinsip yang telah diagung-agungkan selama ini mendadak sirna. Saza begitu mendamba sosok Gama, namun lagi-lagi ia harus menelan kenyataan pahit. Cintanya bertepuk sebelah tangan. Gama itu cerminan dirinya, sosok playboy cap kakap. Dan Gama Megantara berhasil membuat Sayzia Eldanara bertekuk lutut.
All Rights Reserved
#922
happy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Why you Comeback
  • RAVASYA [END]
  • 𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]
  • If I Don't Hurt You (END)
  • DRABIA [END]
  • SKYHIGH
  • Hansa

"Kenapa kamu balik lagi? dan tadi kamu bilang apa? mau perjuangin aku? Udah nggak ada guna nya" ujar gadis itu dengan penuh penekanan kepada pemuda yang bernama lengkap Gemilang Pratama. "Kasih aku kesempatan sekali lagi Sa. Aku minta maaf atas semua hal yang terjadi dulu. Aku bakal jelasin semuanya...aku janji bakal buat kamu jauh lebih bahagia kali ini," Ujar Tama lirih dan penuh permohonan. Tangan Tama berusaha untuk memegang pergelangan tangan gadis yang ia panggil, 'Sa'. Namanya Dia Carissa, kerap kali dipanggil Sasa. Namun, tangan Tama justru ditepis oleh Sasa. Sasa menatap Tama dengan sorot mata yang tak bisa dijelaskan. Kekecewaan, kebencian, kerinduan, kecemasan, bercampur aduk dalam sorot mata Sasa. "Ga ada satupun kesempatan yang pantas aku berikan lagi ke kamu. Aku sangat berharap kamu MATI", ujar Sasa dan berlalu meninggalkan Tama dengan tergesa-gesa. Tama hanya bisa menatap kepergian Sasa dengan terpaku, pemuda itu terpaku pada kata terakhir yang dilontarkan oleh Sasa. MATI

More details
WpActionLinkContent Guidelines