HABIT

HABIT

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 17, 2020
Aku tidak katakan kalau aku orang yang paling menyedihkan di dunia, karena masih banyak orang diluar sana yang lebih menderita. Aku juga bukan orang yang paling penuh dengan kasih sayang, karena kesedihan adalah temanku selama ini. Kau ingin tau tentang aku? Aku adalah kata yang terselip diantara banyak kata. Aku adalah pelangi yang seharusnya berwarna-warni namun netra lain memandangku hanya sebuah keabu-abuan. Aku mencintai diriku, hingga aku harus menulis setiap bait kalimat untuk membuat diriku merasa bersyukur. Bersyukur mempunyai harapan walau belum terealisasikan.
All Rights Reserved
#15
fallinglove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • Not Me
  • U are
  • Inikah Namanya Cinta?
  • THIS IS MY STORY! - JAYNINGHOON
  • DΓ©solΓ©
  • Senja
  • Savero Archandra || Haechan || END
  • REGATHAN [END]
  • Di Balik Layar [Completed]
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines