Baik Bersamamu

Baik Bersamamu

  • WpView
    Reads 4,374
  • WpVote
    Votes 88
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 5, 2026
⚠️HATI-HATI BAPER! SIAPIN HATI!⚠️ "Pokoknya, gimana caranya biar perjodohan kita ini dibatalin! Bantuin aku mikir dong!" ucap Fahmi yang saat itu terlihat frustasi. Fira yang dijodohkan dengan Fahmi memutar bola matanya malas. "Pikirin aja sendiri! Yang mau perjodohan ini batal kan kamu." "Emang kamu mau, nikah sama aku?" tanya Fahmi. "Ya kalo udah takdirnya, kenapa juga harus gak mau coba? Ya aku sih ayo-ayo aja kita nikah karena dijodohin juga. Gak keberatan kok," jawab Fira santai. "Emang kamu cinta apa sama aku? Kita ini belum terlalu kenal, bahkan aku gak kenal siapa kamu." "Hey, Pak Perawat! Aku gak peduli masalah cinta atau engga! Karena cinta itu bakal tumbuh seiring berjalannya waktu. Dengan pernikahan, mau gak mau ya harus ada cinta dan cinta itu pasti ada walaupun hadirnya lama. Cepetan tentuin keputusan kamu. Kalo mau batal, batalin sekarang! Biar hati akunya juga gak terlanjur berharap." Fahmi terdiam sejenak, merenungi kata-kata Fira, seorang gadis yang baru ia kenal semenjak mereka dipertemukan oleh orang tuanya. "Kalo kamu nolak perjodohan ini, batalin sekarang juga, sebelum aku cinta sama kamu!" "Tapi, gimana kalo aku gak bisa cinta sama kamu?" Fira kali ini terdiam mendengar perkataan Fahmi. "Ya udah batalin perjodohannya!" "Tapi aku gak mau ngecewain Ayah lagi. Selama ini aku udah cukup bikin serangan jantung Ayah parah." "Ya udah berarti lanjutin perjodohannya! Ribet amat sih!"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • Saya Mencintaimu Karena Allah [Sudah Terbit]
  • Imam dari Sepertiga Malam
  • Cinta Sejati
  • My Annoying Little Wife #WRITONwithCWBP
  • AILAH(END)✅
  • New Love
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • Sebuah Usaha Mencintai [TAMAT]
  • Kusebut Namanya Dalam Akad

"Memalukan." ujar Azzam sinis, tatapannya datar. Asya tersentak, senyumnya memudar, ada apalagi dengan suaminya. Kenapa sikapnya selalu berubah. Apa katanya tadi 'memalukan' apa maksudnya. "Ma-maksud mas apa?" tanya Asya bingung. "Jangan pura-pura tidak tahu." sinis Azzam. Asya mengerutkan keningnya. "Asya gak ngerti, maksudnya apa. Asya buat salah lagi?" jawabnya lirih. "Kenapa kamu itu gak bisa sadar diri." ujar Azzam dengan nada dingin. Asya menunduk dalam, "Kalo mas gak bilang Asya juga gak tahu." jawab Asya, suaranya mulai bergetar. Azzam mengusap wajahnya kasar, segera ia beristigfar. Takut syetan menguasai dirinya ketika marah. Dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. "Tadi kamu pulang sama siapa?" tanya Azzam, matanya menyorot tajam. Asya yang melihat itu pun mulai takut. Ia lupa memberi tahu Azzam tentang itu, dan ... darimana Azzam tahu hal ini. Astagfirullah kenapa ia selalu saja ceroboh. "Gak bisa jawab, kan." sindir Azzam. Ia berjalan ke dalam kamar dan menutup pintu dengan keras. Asya segera tersadar dan menyusul langkah Azzam. "Mas Asya bisa jelasin." pekik Asya dari luar kamar, ia menggedor-gedor pintu namun tak digubris oleh Azzam. "Mas Azzam salah paham, Asya bisa jelasin. Itu semua gak kayak yang mas pikirin." ucap Asya dari luar. Hening. "Mas," panggil Asya mulai pasrah. Sepertinya Azzam benar-benar marah, ini semua karena kecerobohannya sendiri. Menyalahkan Fahmi juga bukan pembenaran, karena ia membantunya untuk menjalankan amanah. Cover by Nurhanifah

More details
WpActionLinkContent Guidelines