Bulan&Bintang (Hiatus)

Bulan&Bintang (Hiatus)

  • WpView
    Reads 71
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 27, 2020
Untuk apa memberikan harapan jika tidak ingin bersama? Untuk apa perhatian jika itu hanya rasa kasihan? Untuk apa memberikan kata-kata manis hanya untuk penenang? Untuk apa kamu lakukan itu kepadaku? Aku dan kamu bagaikan bulan dan bintang. Terlihat dekat namun sebenarnya jauh. Jika aku tahu akhirnya akan seperti ini. Lebih baik aku mencintaimu dalam diam. Terima kasih, berkatmu aku mengerti arti berjuang sendirian, menunggu yang tidak pasti, kesabaran yang luar biasa dan masih banyak lagi. _Mutiara Fredelina_
All Rights Reserved
#15
mencintaidalamdiam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aerilyn
  • YOLUTA
  • ROMANCE FROM HIGH SCHOOL
  • Remember When [SELESAI]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Hai, Angkasa! [COMPLETED]
  • ECCEDENTESIAST (COMPLETED)
  • π‘¨π’Œπ’”π’‚π’“π’‚ π‘«π’Š π‘³π’‚π’π’ˆπ’Šπ’• 𝑷𝒂𝒔𝒖𝒏𝒅𝒂𝒏
  • Memories in Moon
  • G E L V A N
Aerilyn

Aerilyn bellvania meise. Aku selalu tersenyum ketika memandangmu, tetapi di dalam hatiku berkata. Inilah seseorang yang dulu selalu keperjuangkan dengan segenap jiwaku, dan kini sang waktu telah jauh meninggalkan kita. Kini kau bukan lagi milikku, kini kau telah berada di tempat yang jauh lebih baik. Sebuah tempat yang telah menjadi takdirmu dengan semua berkah dan kenikmatan dari-Nya, itulah yang pantas untukku. Kini waktu telah menjawab sebuah pertanyaan klasik, aku bukan yang terbaik untuk dirimu. Maka lanjutkanlah langkahmu, tetap tersenyumlah seperti itu. Aku akan tetap bahagia di sini apabila aku bisa memandang kau bahagia di sana. Mataku nanar melihat batu nisan bertuliskan orang yang kucintai, deraiku tak bisa ku tahan sehingga kubiarkan jatuh di tanah bersama tetesan lain dari langit Kata-kata dulu yang pernah ku ucapkan kepadamu kini hanyalah tinggal ilusi. "Lo tenang aja, gue gabakal ninggalin tanggung jawab. gue bakal ada disisi lo sebisa yang gue mampu. Lo gausah khawatir, gue akan selalu sayang sama lo hari ini, besok dan seterusnya." Aku merindukanmu, air mata ini tak dapat ku tahan lagi. Aku benar-benar merindukanmu. Buat readers jangan lupa vote dan kritiknya😊 CERITA AKAN DIREVISI SETELAH TAMAT! Update hari Minggu! {{{{{ON GOING}}}}}

More details
WpActionLinkContent Guidelines