Ravintort

Ravintort

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 28, 2020
[ Mistery & thriller ] Kala ketenangan mendera. Mengalir begitu senyap dirasa. Kesunyian hadir penuh makna. Menyuarakan ribuan jeritan hampa. Sepertinya kini kau mulai lengah. Terlalu bahagia hingga lupa bahwa kau hanya seekor rubah. Kau lupa bahwa predator gencar mencari celah. Hingga kau lelah, lemah, pasrah dan menyerah. Kau bahkan tak menyadari. Aku disini. Mengintaimu dari segala sisi. Menyembunyikan diri bagai ilusi. Kukatakan sekali lagi. Aku disini. Akan membawamu ke jurang penyiksaan keji. Sampai kau merasa, kematian lebih baik dari semua ini. Telah ku ciptakan sebuah lagu. Terdengar mengalun begitu merdu. Bagaikan nyanyian seorang ibu. Sebagai penghantar kematianmu. . . . -------------RAVINTORT------------- PERHATIAN !!! (17+) Cerita ini mengandung unsur kekerasan. Bagi yang tidak suka dengan hal-hal yang berbau penyiksaan dan darah, Dimohon bijaklah dalam membaca. :) Written by : Mela_Nadila.
All Rights Reserved
#364
mistery
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dedarah 「END」
  • [Revenge] Confidential 2 (END)
  • Queen Of Mafia (Pindah Ke Webnovel)
  • Aku dan Saudara Kembarku [END]
  • Psikopat, Romantis (Katanya)
  • Short Horror Stories
  • I'm Psychopath (COMPLETED)
  • Misstruck [END]

[15+] Aku dikutuk. Aku hanyalah seorang gadis penderita asma yang ingin menjalani hari-hari dengan tenang bersama ibu dan adik laki-lakiku. Aku tidak mau punya masalah dengan orang lain, aku cenderung menghindari mereka. Namun, saat aku bangun pagi itu. Semuanya berubah. Seseorang sudah mencari gara-gara padaku. Siapa orang yang sudah memberikan kutukan ini? Bagaimana bisa aku harus berurusan dengan makhluk mengerikan yang bisa mencekikku dengan rambut panjang tak terukur dan bisa mencabik-cabikku dengan kuku-kuku setajam gunting itu? Siapa pun dia, aku tidak akan memaafkannya. Dibantu Darma, pemuda bodoh si maniak kasus-kasus misterius, aku menyusuri bagaimana kutukan ini bisa sampai kepadaku. Aku dibuat tak percaya. Aku harus memindahkan kutukan ini pada orang lain dengan ritual yang aku sendiri tidak tahu bagaimana caranya. Kutukan ini membuatku kehilangan hal paling berharga dalam hidupku. Aku frustrasi, aku ingin mati saja. Di titik terendah dalam hidupku, aku menemukan cara lain. Sayangnya, aku harus siap berkorban nyawa. Itu jauh lebih baik daripada hidup berlumuran darah sembari menunggu ajal tiba.

More details
WpActionLinkContent Guidelines