We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Eclipse (HIATUS)

Eclipse (HIATUS)

  • WpView
    Reads 742
  • WpVote
    Votes 65
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 15, 2023
WpInfo
Fiction
Fantasy
Ketika obsesi menggelapkan hati. Dan balas dendam yang berkedok patah hati, membuat ilusi tentang kebahagiaan abadi. Tak akan pernah tercapai. Karena sang kekasih mati. "Ku kira kau alasanku tersenyum di setiap hariku, alasanku, menyalahkan malam yang terlalu lama berganti pagi. Kau yang dahulu, berusaha setengah mati mendapatkanku, lalu kini berjuang sengah mati pula untuk menghancurkanku." ~Samantha Edison. "Obsesi, yang ku kira cinta sejati. Mengacaukan pikiranku, balas dendam pada orang yang salah memang kecerobohanku, namun ketika aku sadar. Kau sudah tak tergenggam," ~Maximum Lazuardi Davonson.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eccedentesiast
  • ERLENA
  • He's forever in my work
  • Dark+ Light
  • The True (Mate Series #2)
  • Zero-sum Love [FIN]
  • Dendam Cinta Tuan Sagara
  • Luna Of The Wolves (Completed)

Itu sebutanku untuk diriku sendiri "eccedentesiast" dimana seseorang menyembunyikan kesakitannya dibalik senyuman. -Rebecca Tanur Deacon- Dulu ia adalah orang yang jahat, hatinya dipenuhi dendam yang tak berkesudahan. Tapi seiring berjalannya waktu ia sadar jika dendam hanya akan menambah luka dihidupnya. Awalnya ia berharap jika berubah menjadi lebih baik akan mendatangkan kebahagiaan untuknya, tapi nyatanya tidak. Luka hatinya semakin bertambah saat pria yang membuatnya bertekad untuk menjadi lebih baik sekaligus pria yang dicintainya dengan tulus, mengkhianatinya. Hatinya perlahan mati rasa saat ia menikah dengan pria itu karena bayi yang dikandungnya. Ia harus rela saat menjadi istri kedua pria itu. Dan darisinilah, ia mulai lihai bermain peran, bermain diatas kesakitan dibalik senyumannya. Tapi sampai kapankah ia akan bermain dalam kubangan kemunafikkan?? Apakah sampai hatinya mati rasa total? Entahlah tak ada yang tahu. Tapi satu hal yang pasti tak ada manusia yang dapat hidup dengan topeng selamanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines