Bukan Menantu Spesial

Bukan Menantu Spesial

  • WpView
    Reads 1,598
  • WpVote
    Votes 163
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 16, 2025
Bernama Vitasha Asma karena kehadirannya di dunia sangat diharapkan dan ditunggu-tunggu. Namun saat ia beranjak besar dengan usia semakin bertambah, seseorang yang selalu bersyukur atas kehadirannya telah lenyap dari dunia. Tuhan telah mengambil Ibu dan Ayahnya sekaligus. Membuatnya harus menjadi yatim piatu di usia belia dan tinggal bersama Kakak dari Ibunya yang tentunya memiliki seorang anak. Disana ia merasakan semua kesakitan dari yang terkecil hingga terbesar. Selalu dikucilkan oleh saudaranya. Selalu disalahkan walau ia tak salah. Hingga ia beranjak dewasa, seseorang yang seharusnya menjadi saudara Kakak ipar, justru melamarnya. Dia Adamas Bastian Syah Devara, yang memintanya untuk menjadi Ibu dari anak-anaknya kelak. Namun, semua tak seperti yang Vitasha harapkan. Kehidupan pernikahannya tak sebahagia seperti pernikahan teman-temannya. Karena Ayah mertuanya tak menyukainya.
All Rights Reserved
#158
wattpadlit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Timpang Tindih
  • PALESTINA
  • Captivated Me 2: Belenggu [END]
  • ANANDITASWARA [TERBIT]
  • Noda Masa Lalu (TAMAT)
  • Dear Husband [TAMAT]
  • Bayi Dosenku 2
  • Kesana Kemari Tahunya Kamu (END)

Gistara Arawinda mengambil keputusan tidak adanya anak dalam pernikahannya. Bukan karena ia tidak menyukai anak-anak. Profesinya sebagai seorang dokter spesialis anak, sudah cukup menggambarkan betapa ia mencintai makhluk polos itu. Tumbuh dan memelihara luka batin akan pigur seorang ibu, menjadi alasan besar Gistara. Ia takut menjadi seperti ibunya. Ia tak ingin menciptakan luka Gistara yang lain di dalam tubuh kecil anaknya. Tuhan maha membalikkan hati manusia, sembilan tahun pernikahan mereka, Gistara berubah pikiran. Dalam hidupnya, setidaknya ia harus punya satu malaikat kecil nan menggemaskan itu. Namun, di tengah proses mendapatkan itu semua, bak disambar petir di tengah hari bolong. Di rumah sakit yang sama, ia mendapati sang mertua merawat wanita muda pasca keguguran anak dari Sultan Arrasyah---suaminya. Semesta seakan sedang mengoloknya, pandangan remeh sang mertua tentang ketidakmampuan memberinya garis keturunan pun, membuat Gistara memendam tekad. Di usianya yang ke 37 tahun, akankah ia mampu bersaing dengan wanita yang jauh lebih muda darinya, demi menghadirkan yang diinginkan sang mertua? Terlebih saat hati sang suami perlahan semakin timpang terhadap ia dan madunya? Atau ... ia lebih memilih untuk menyerah dan pergi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines