Ngaji Yuk Bos [Bersambung]

Ngaji Yuk Bos [Bersambung]

  • WpView
    Leituras 116
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Capítulos 8
WpMetadataReadConcluída sex, nov 12, 2021
Seseorang nampak membawa tas besar dan tengah terburu-buru, dan seketika braaaakkk orang tersebut tertabrak sebuah mobil, tubuh dan tas yang ia bawa terhempas ke jalan, saat itu keadaan cukup sepi, hanya ada aku dan Bapak, sementara mobil yang menabraknya melarikan diri. Bapak fokus menolong orang tersebut sementara aku tanpa disuruh mengambil tas orang itu, "deg" betapa terkejutnya aku ketika melihat isi tas itu ternyata uang pecahan seratus ribu rupiah, yang jumlahnya bahkan tak bisa kubayangkan apalagi kuhitung. "Inalillahi wa innailaihi rajiun" orang tersebut nampaknya telah meninggal. setengah jam berlalu ambulans pun datang dan mengevakuasi orang itu, sementara tas yang berisi uang ratusan juta itu masih aku amankan. tak ada yang menyadari, Bapak juga tak sedikitpun melihat kearahku. suara ambulans mulai hilang dari kejauhan Bapak menghampiriku. "tas siapa itu nak?" tanya bapak kepadaku. "Anu, ehhh Anu, ini tas orang tadi pak". jawabku dengan perasaan bingung, jelas sebuah dilema diusiaku saat itu. Anak 6 tahun yang mengatahui ibunya sakit parah dan butuh banyak biaya, sedang ditangan kugenggam uang puluhan bahkan ratusan juta. namun dengan tegas Bapak berkata "tidak nak uang itu bukan hak kita, Agama melarang kita pakai yang bukan hak." setelah itu kejadian luar biasa pilu pun terjadi. dalam otakku hanya dipenuhi rasa Amarah, dalam kejadian itu tekadku bulat. "aku harus sukses, Agama tak boleh menghalangiku". Ardan Ibnu Hafidz.
Todos os Direitos Reservados
#148
fiksidewasa
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Air Mata Cinta Di Teras Surga ( SELESAI )
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Menikahinya Dalam Diam (On Going)
  • BALADA KEHIDUPAN
  • ALIF 2 : AGEN[IUS]
  • Full Of Scratches
  • Horibble Woman (END)
  • Skenario Hati [Sudah Terbit]
  • GARIS LUKA

Malam ini, beberapa hari setelah aku kembali dari Arab Saudi, aku bersama ayah dan ibuku datang ke rumah salah seorang kerabat ayah untuk bersilaturrahmi di hari raya, dalih kami. Padahal, yang sebenarnya adalah kami memiliki maksud dan tujuan yang lebih utama dari bersilaturrahmi di hari raya, yakni untuk melihat gadis yang diinginkan ibu menjadi calon istriku. "Naira. Naira Salsabila nama lengkapnya. Naira ini adalah putri kandung kami." Begitu ayah gadis yang ingin kulihat itu memperkenalkan putri beliau kepadaku, dan kepada ibu dan ayahku, saat Naira, sapaan si gadis berhijab orange muda, menyajikan teh untuk kami yang sedang bertamu ke rumahnya. Naira, gadis berumur dua puluh tahun itu perlahan mulai mencuri pandanganku. Wajah putih lembut. Pipi yang merona. Tatapan matanya yang sendu. Senyum tipis yang mengunci bibir. Sikapnya yang santun. Pandangan yang senantiasa terkurung sungkan. Semua hal yang sungguh indah lagi anggun di mataku tersebut, seakan tak membiarkan hatiku untuk ragu pada niat suciku terhadapnya. Bahkan, sedikitpun keraguan tak ada bayangan akan tumbuh.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo