Hingga Akhir Penantianku

Hingga Akhir Penantianku

  • WpView
    Membaca 99
  • WpVote
    Vote 7
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Mei 25, 2020
Jarak, doa dan pengorbanan sudah ku lakukan. Mungkin ini takdir ku yang telah tuhan gariskan untuk ku. Namaku Naya Khairul Ummah biasa di panggil Naya, bahkan teman-teman ku biasa memanggilku dengan Aya saya Mahasiswi Fakultas Keguruan Dan Ilmu pendidikan di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Aku memulai perjalanan seorang mahasiswi dan seorang pengajar di salah satu TAMAN KANAK-KANAK. Kenapa aku menjadi pengajar di salah satu TK tentu jelasnya karena aku suka dengan anak-anak yang bisa membuatku ceria, tertawa sepanjang hari. Karena memang secara garis keturunanku, ayahku sendiri seorang guru di salah satu sekolah swasta namun berbeda pengajaran dan berbeda dengan jurusan yang saya ambil. Entah kenapa aku sayang dengan anak kecil, yang banyak sekali orang bilang. Anak kecil memang rewel, susah diatur, ya memang begitu sifat dan tingkahnya anak kecil. Nama saya Khairul Umam, Mahasiswa Kairo mesir. Memulai perjalan sebagai mahasiswa yang tinggal dan menetap di kairo sangatlah tidak mudah, bertahun-tahun meninggalkan kota kelahiranku di Bandung. Rindu dengan sosok Umi dan Abi yang sudah ku tinggalkan demi mewujudkan impian dan cita-citaku. Abi dan umi di Bandung Mengasuh pesantren yang sudah dibangun semenjak Abi belum mengenal Umi, memang Abi sejak kecil sudah di pesantrenkan oleh kakek. Seiring berjalannya waktu Abi tumbuh dengan laki-laki yang cerdas dan pintar sehingga dia memulai dengan pengajian kecil di majlis dan terus berkembang dengan membangun pesantren. Dia mahasiswi anggun yang pernah saya kenal dan pernah saya temui. Kecerdasannya, dan tutur katanya yang lembut. Membuat banyak pandangan mata yang tertuju padanya, kami bertemu di salah satu perguruan tinggi. Dia menjadi peserta di seminar salah satu perguruan tinggi. Entah kapan cinta itu muncul secara tiba-tiba.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#32
sholehah
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • DIA ADALAH NAJA
  • Pahala Surgaku✓
  • Ana uhibuka Fillah mas zaidan
  • Air Mata Cinta Di Teras Surga ( SELESAI )
  • MAS DOSEN ITU SUAMIKU
  • Istri Atau Sarjana [Tamat]
  • SYAQIL (Kuliah Tapi Nikah) || TERBIT✓
  • Assalamu'alaikum, Ya Habibati (On Going)
  • Cahaya Cinta.

*** Aku Nasya Anindya Arkana. Lebih mudahnya, sebut saja Naya. Hari ini adalah hari kelulusanku, setelah kurang lebih empat tahun lamanya aku menempuh pendidikan strata satu di kampus yang ada di ibukota provinsi. Aku satu-satunya anak orang tuaku, maka dari itu sifatku sedikit manja, tapi aku juga mandiri kok. Papaku adalah Papa Arkana, beliau pemilik salah satu perusahaan yang bergerak di bidang properti. Kalau Mama, namanya Gayatri. Agar lebih mudah mengingatnya, sebut saja Mama Iyat. Beliau adalah istri Papa, Mamaku. Mama gak kerja, karena yang kerja anak buahnya. Mama punya beberapa butik di beberapa kota, salah satunya di kota tempat tinggal kami sekarang. Ah iya, aku hampir lupa. Aku juga punya seorang kekasih, dia dua tahun lebih tua dariku. Dia anak dari sahabat Papa. Kami bertemu sejak aku berusia delapan belas tahun, ya benar, saat aku menjadi mahasiswa baru di kampusku. Kekasihku itu dulunya seorang presiden mahasiswa, aku beruntung karena bisa mendapat banyak pelajaran darinya. Kebetulan kami juga mengambil jurusan yang sama, jadi jika aku tidak paham dengan mata kuliahku, dialah yang membantuku dan menjelaskan ulang hingga aku paham. Hubungan kami sudah berjalan sekitar tiga tahun. Lalu satu tahunnya bagaimana, bukankah aku kuliah selama empat tahun? Ya, satu tahunnya adalah masa pengenalan, pendekatan dan perkelahian. Hampir setiap hari dia mengusiliku, katanya agar aku selalu mengingatnya walaupun yang kuingat hanya tingkahnya yang mengesalkan. "Naya, kamu sudah bangun nak, cepat siap-siap" ucap Mama Iyat dari luar kamar. "Iya Ma, ini mau siap-siap" sahut Naya. Naya menutup laptopnya setelah mengupload beberapa kata yang barusan dia ketik disana.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan