Singgah
  • WpView
    Reads 115
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 29, 2020
↪featuring◾ Lai Guanlin↩ "kamu tau gak pengungkapan rindu ketika sudah sampai batas maksimal?" "Apa tuh?" "Doa. Nanti kalau kamu rindu aku tapi kita gak bisa ketemu, yang aku harapkan bukan temu, tapi doa dari kamu." tulisan berisikan memori tentang persinggahan Guanlin di Hidup gue. waktu yang singkat yang terus melekat dalam sel sel ingatan. yang mengunci kisah kami di ruang kerinduan yang teramat dalam. dia beda, dia tetap singgah. walau raganya telah meninggalkan. dia tetap singgah, walau takdir memisahkan. •a fanfiction of Lai Guanlin °2020
All Rights Reserved
#907
guanlin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • VIOLAND [TERBIT]
  • Guru Musik x PCY ✅
  • AMOR ANDESTIN [LeeKnow x Lia]
  • [√] 𝗢𝗕𝗟𝗜𝗩𝗜𝗔𝗧𝗘 ㅡ sungchan ft. joyul
  • BROTHER[?]; nct¹²⁷ Season 2
  • From Enemy To Family  ✓
  • Always Lin [Lai Guanlin]
  • Have a Nice Dream [Completed]
  • Hyung- (Kim Taehyung) END

[BEBERAPA PART DIHAPUS DEMI KEPENTINGAN PENERBITAN] * Hidup yang penuh tantangan karena kedua orang tuanya sudah pergi meninggalkan Violin Shakila sejak ia menduduki bangku SMP. Bermodalkan nekat, ia tetap berjuang melanjutkan hidup sebatang kara. Ia ingin mewujudkan impian kedua orang tuanya. Bekerja seakan menjadi kewajiban agar tetap hidup tanpa kedua orang tua. Hidup Violin tersusun rapi tanpa ada keluh yang terucap. Perempuan yang kerap disapa Violin mampu menyihir banyak lelaki yang mendekatinya. Terlalu banyak sampai Violin memilih seseorang yang paling pantas untuknya. Seorang lelaki yang membantunya bisa sembuh dari penyakit yang ia derita. Perjuangan untuk sembuh dari penyakit itu, membuat lelaki itu ikut berjuang juga untuk mendapatkan hati Violin dengan sulit. "Dunia itu susah untuk dikejar. Padahal aku nggak mageran! Apalagi mereka yang mageran, apa kata dunianya?" Bertahun-tahun, Violin sama sekali tidak menunggu akan hadirnya sosok lelaki baik, berhati buaya darat. "Sudah terlanjur dekat, terlanjur jatuh. Tinggal tancap gas menuju ke pelaminan." Ternyata hidup yang dibayangkan olehnya tidak selancar dulu, banyak hambatan yang harus disingkirkan. Hidup yang dulu indah, kini berubah menjadi sampah. Akan kah Violin masih terus melanjutkan perjuangannya sebagai seorang sarjana tanpa hadirnya? Atau berhenti sebagai mahasiswi pecundang? "Ingat, aku hanya mau kita melangkah bersama-sama sampai akhir! Aku, kamu dan keluarga kita!" ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines