[ on going ]
_____
"kita harus pergi dari sini!"
"Kenapa?"
"Gak jelas lu!"
"Gak bisa Lin, ini udah malem. Kita mau tidur di mana?"
"Mau tidur di hutan lagi? Yang bener aja, gilak!"
"Percaya sama gue, kita harus segera pergi dari rumah ini." Elin memohon sembari menyiapkan seluruh barang-barangnya.
"Lo harus kasi alasan kenapa kita harus pergi?!" Tanya Syira dengan suara penuh emosi dan menjatuhkan pandangan tak suka pada Elin.
"Lin, tenangin diri Lo. Apa yang Lo liat?"
"Ini udah gak bener. Kita dijebak, ini bukan permainan,"
"Selanjutnya giliran Lo, Lo bakalan nyusul teman-teman kita yang lain!" Elin menatap lekat ke arah Ulya dengan tatapan yang tak dapat diartikan.
_____
Pembullyan yang berujung pada perjanjian dengan melibatkan 12 pemain.
Twelve, menceritakan mengenai tindakan pembullyan yang dilakukan oleh para senior yang paling ditakuti. Tiada satupun murid yang berani melawannya, hingga pada akhirnya mereka dipertemukan dengan seorang gadis manis lugu yang menjadi pintu pengantar jebakan permainan.
Masuk ke dalam 12 permainan petualangan dengan 12 aturan yang tidak boleh dilanggar dan diharuskan genap 12 pemain serta dibatasi waktu selama 12 hari untuk keluar dari permainan tersebut membuat mereka harus saling bekerja sama demi memecahkan misteri yang ada di setiap waktu.
Namun, satu persatu di antara mereka menghilang tanpa meninggalkan jejak. Dan hanya ada 1 yang akan bertahan, siapa dia?
~ini lanjutan cerita
~MISI PELENGKAP
sudah lama Rizka nantikan momen ini, pulang kampung dan berlibur sepuas yang dia mau, tapi.
"HAH?! KUMPUL AKADEMI, HANCUR SUDAH LIBURAN GUE!!!!" teriak Rizka histeris
Dia tidak perduli dengan pandangan orang disekitar yang penting sekarang dia bisa melampiaskan kekesalannya.
Saat Rizka tiba diluar bandara sudah ada seorang mentor yang menjemput dia, dengan wajah masamnya Rizka ikut keakademi tempat dia dulu.
"Apa kabar, Rizka?" Sapa seorang wanita saat Rizka tiba di akademi
"Baik, ejen ayu" jawab Rizka
"Waaah, lama gak kelihatan, makin cantik ya kamu, udah punya pacar belum?" Ucap seorang pria sambil merangkul bahu Rizka
"Belum, ejen Alif, saya kan kesana pelatihan ejen bukan cari jodoh" jawab Rizka sambil menyikut ejen Alif
"Khu.. iya juga ya" ucap ejen Alif meringis kesakitan dan melepas rangkulannya
"Ayo masuk, udah ada teman kamu yang nunggu" ajak ejen ayu
"Teman" gumam Rizka
Dengan dipandu oleh kedua mentor cabang 3, Rizka bergabung keruang utama, dan saat masuk Rizka bukan hanya terkejut wajah dia juga menunjukkan kekesalan dan kekecewaan yang luar biasa.
"Ini teman yang ejen ayu maksud" ucap Rizka datar
~ Dipastikan cerita yang ini bakal lama update nya, jadi mohon dimengerti karena author masih memikirkan alur ceritanya 🙏