Alam Semesta yang Bingung [Completed]
Bartholomeus tidak berbicara pada manusia. Ia berdiskusi dengan sendal yang ambisius, berdebat dengan klakson yang takut konflik, dan menenangkan senter yang fobia gelap.
Di dunia tempat sapu tangan bisa sakit hati, tisu belajar filsafat, dan buku catatan merasa kosong secara eksistensial, Bartholomeus menjadi semacam penjaga rahasia benda-benda yang terlalu malu untuk bersuara.
Kumpulan cerpen ini bukan tentang logika. Bukan juga tentang keanehan yang dibuat-buat. Ini tentang absurditas kecil yang kita temui setiap hari, tapi jarang kita dengarkan. Sebuah dunia di mana teko lelah menyeduh harapan, dan jam dinding ingin berhenti agar waktu bisa tidur siang.
Jika kamu pernah menatap kipas angin terlalu lama dan merasa dimengerti, maka buku ini mungkin sedang mencarimu sejak lama.