Cahaya Garis Bumi

Cahaya Garis Bumi

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 14, 2020
Xiola Worldtrim adalah gadis yang menjadi kunci kelima kekuatan besar untuk menyelamatkan bumi.Tapi usahanya hampir pudar karna suatu permasalahan.Tetapi saat Xiola menemukan cara untuk membentuk kekuatan itu Ia malah terperangkap oleh suatu Cahaya yang Ia yakini ini kekuatan cinta.Namun semua itu harus ada salah satu yang akan menjadi korbannya.Deren light line yang jatuh cinta pada gadis yang mempunyai 5 Garis Bumi tapi tidak memiliki cahaya apakah Xiola akan mengorbankan dirinya,ataukan Deren yang akan menjadi korban.Kita tidak tau! Semua akan terungkap pada kisah Cahaya Garis Bumi
All Rights Reserved
#42
cintadanrahasia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Xagala
  • Dunia Tenria - Raja Attala dan Kerajaan Cahaya (END)
  • Memory of Heaven
  • CRY FOR ME (AETZY)
  • The Return Of The Great Demon
  • semua punya luka
  • Extra Character (Fangs Of Fortune)
  • In The Grip Of Darkness ( END )
  • kamazain
  • GALAXY : Choice Of World (END)
Xagala

Sosok yang tampaknya lahir ke dunia hanya untuk menghancurkan apa pun yang ia sentuh. Xakia tidak pernah bisa melupakan bagaimana tatapan mata itu berubah menjadi sesuatu yang lebih mengerikan pada malam jembatan. Bagaimana ia hampir kehilangan segalanya. Dan bagaimana semuanya berakhir dengan satu pukulan keras satu hantaman yang membungkam monster itu. Gala, pria yang muncul entah dari mana, adalah sosok yang penuh misteri. Setelah malam itu, Xakia mulai melihatnya lebih sering. Selalu di tempat-tempat yang tidak seharusnya ia ada. Selalu dalam situasi yang tidak bisa dijelaskan. Seolah-olah ia adalah bayangan yang mengikuti Xakia, seseorang yang tahu lebih banyak dari yang seharusnya. Sekarang, di bawah hujan yang mengguyur tanpa henti, mereka kembali bertemu. Xakia menatap Gala dengan mata yang penuh pertanyaan. "Kenapa kau selalu muncul? Apa yang kau inginkan dariku?" Gala menghela napas, menyapu rambut basahnya ke belakang. "Aku tidak menginginkan apa pun." Suaranya tenang, tapi ada sesuatu di baliknya sesuatu yang tidak Xakia mengerti. "Lalu kenapa kau memukulnya?" Xakia menatap tubuh yang tak bergerak di tanah, darahnya bercampur air hujan, mengalir menuju lubang drainase di pinggir jalan. Gala tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap tubuh itu sejenak, lalu berbalik menghadap Xakia. "Karena jika aku tidak melakukannya, kau tidak akan pernah bisa lari." Ketegangan di antara mereka begitu pekat, seolah udara sendiri menahan napas. Lalu, sirene polisi mulai terdengar di kejauhan. Lampu merah dan biru berpendar di balik rintik hujan. Gala menatap Xakia dalam-dalam. "Kita harus pergi. Sekarang." Dan tanpa menunggu jawaban, ia menarik tangan Xakia, membawa gadis itu pergi dari malam yang akan mengubah hidup mereka selamanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines