Angkasa & Bulan

Angkasa & Bulan

  • WpView
    MGA BUMASA 99
  • WpVote
    Mga Boto 17
  • WpPart
    Mga Parte 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Wed, Apr 29, 2020
Tidak semua umat manusia mendapatkan kesempurnaan dalam hidupnya, termasuk orang yang berkuasa sekaligus. Memiliki bukan berarti mempunyai seutuhnya, benda mati saja dapat rusak secara berlahan, dan begitu pula dengan manusia ia juga bisa pergi menghilang, rusak, bahkan mati. Didunia tidak banyak yang dapat dipercaya dengan senang hati, terlebih jika seseorang telah mengalami apa itu ditinggalkan, bagaimana rasanya diacuhkan, dibuang dan dilupakan. Dalam kehidupan ini tidak ada yang Bulan harapkan, termasuk bahagia. Tidak sedikitpun ia harapkan, karena yang ia butuhkan sekarang hanyalah dunianya sendiri tanpa adanya gangguan orang tak penting, karena ia tidak pernah memiliki kepercayaan dikehidupannya untuk siapapun. Cukup diketahui bahwa kepercayaan bagaikan sebuah kaca, jika dirawat ia akan tetap sempurna dan sebaliknya . Dan itulah yang Bulan rasakan didalam hidupnya. Namun bukan kehidupan namanya jika keinginan Bulan berjalan mulus, semua keinginan Bulan hancur berkat gangguan dari sang Angkasa
All Rights Reserved
#537
lelah
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Alaskar dan Bulan
  • Segelap Malam (END)
  • BINTANG&BULAN
  • Cinta Pertama Rembulan
  • Bulan [End]
  • Bulan Bintang
  • Rain And Tears [Proses Revisi]
  • " BYE "
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan sekolah menengah, dua jiwa yang berbeda tanpa sengaja dipertemukan oleh takdir. Bulan, seorang gadis pendiam dengan hobi melukis, menyimpan kelembutan dalam setiap gerakannya. Di sisi lain, Alaskar, kapten tim voli yang percaya diri dan karismatik, dikenal sebagai pusat perhatian di mana pun ia berada. Pertemuan pertama mereka terjadi secara sederhana, saat mata mereka bertemu di sebuah aula yang ramai. Sebuah tatapan singkat yang menyalakan percikan rasa ingin tahu di hati masing-masing. Bulan, dengan sikap canggungnya, tak mampu mengabaikan getaran aneh yang dirasakannya. Sedangkan Alaskar, yang terbiasa menjadi sorotan, justru mendapati dirinya terpesona oleh kesederhanaan Bulan. Namun, dunia mereka yang berbeda membawa tantangan tersendiri. Di balik pesona Alaskar yang sering dianggap sempurna, ia menyimpan luka keluarga yang tak terlihat. Sementara itu, Bulan harus menghadapi tekanan dari lingkungan sosialnya, termasuk rasa iri dan gosip dari mereka yang tak senang melihatnya dekat dengan Alaskar. Dari pertemuan pertama yang singkat, percakapan sederhana mulai mengalir. Hubungan mereka berkembang perlahan, penuh dengan momen manis, kecanggungan, dan perjuangan untuk saling memahami. Keduanya belajar bahwa cinta bukan sekadar rasa bahagia, tetapi juga keberanian untuk saling mendukung di tengah rintangan yang ada. Di awal cerita ini, cinta mereka adalah benih kecil yang tumbuh di tengah badai, memulai perjalanan panjang penuh emosi, tawa, dan air mata.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman