RACHEL

RACHEL

  • WpView
    Reads 582
  • WpVote
    Votes 83
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 10, 2020
CERITA HIATUS!! Ada yang bilang, senja adalah waktu terindah yang berbatasan langsung dengan nestapa, yang seketika senja hilang, kita akan menemui kehampaan. Waktu dimana kita menyadari bahwa perjalanan pasti akan ada waktu istirahatnya. Sama halnya seperti senja, mencintaimu adalah suatu kehampaan yang berujung rasa sakit karena ditinggalkan setelah dibahagiakan. Akankah kamu seperti senja? Yang hanya bersifat sementara dan harus membuatku menunggu untuk menikmati keindahanmu? *** [WARING!! DILARANG KERAS MEN-COPY PASTEN IDE MAUPUN TULISAN SESEORANG!!] ✏regards, renarizqi
All Rights Reserved
#842
gesrek
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • π™„π™§π™§π™šπ™₯π™‘π™–π™˜π™šπ™–π™—π™‘π™š - Sehun x Yoona βœ”οΈ
  • REGATHAN [END]
  • Cuaca
  • Hues of You
  • Savero Archandra || Haechan || END
  • Antara Aksara dan Kata
  • Langit Senja (End)
  • Senja
  • Sahabat Dan Dilema

‼️F I K S I‼️ π™„π™§π™§π™šπ™₯π™‘π™–π™˜π™šπ™–π™—π™‘π™š (adj) : tak tergantikan πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€ "Buat Kakak," ucap seorang wanita muda mengeluarkan sebuah amplop putih yang tercantum nama sebuah rumah sakit. "Buat aku? Rumah sakit? Kamu sakit?" tanyanya yang dibalas gelengan kepala oleh sang kekasih. Angkasa mengernyitkan keningnya, tangannya meraih amplop tersebut dan membukanya. Seketika wajahnya berubah pias seolah darah direnggut paksa dari wajahnya hingga membuat pucat sempurna seiring iris kembar legamnya menelusuri deretan kata yang tertera diatas kertas putih tersebut. "Aku hamil, Kak. Kata dokter anak kembar dan umurnya sudah 3 minggu." Seiring kalimat itu terucap, nadanya merendah hampir tak terdengar kalau Angkasa tidak memberi fokus padanya. "Gimana bisa? Senja, kita baru ngelakuin itu sekali. Enggak mungkin langsung jadi. Senja, bilang sama aku. Ini bukan anak aku kan?!" "Bukan anak kamu? Kakak nuduh aku ngelakuin itu sama orang lain, iya?" "Gak mungkin. Keluargaku gak punya keturunan kembar. Gak mungkin itu anak aku, Senja! Bilang sama aku, siapa yang udah menghamili kamu?" Setetes air terjun bebas dari pelupuk mata. Hatinya terluka begitu dalam sebab kalimat yang terucap bagaikan belati yang menyayat setiap lapisan hatinya. Senja sama sekali tidak pernah menyangka jika kalimat itu terucap dari bibir pria yang kerap kali menyatakan besarnya cinta yang dimiliki untuknya. Lantas apa sekarang? Dimana rasa cinta yang selalu digaungkan di telinganya itu? Bahkan Senja mendadak kehabisan kata. Senja seperti tak mengenal sosok didepannya. Asing. "Gugurin. Kalau kamu masih cinta sama aku, gugurin. Aku bakalan tetap menerima kamu asal kamu gugurin kandungan kamu." Kalimat terakhir yang Senja dengar sebelum kaki jenjangnya membawa tubuhnya melangkah pergi dari hadapan pria yang dicintainya itu tanpa ada niatan menoleh sedikitpun ke belakang meninggalkan Angkasa yang masih diam seribu bahasa tanpa berniat mengejarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines