Perjalanan Yang Panjang (On Going)

Perjalanan Yang Panjang (On Going)

  • WpView
    Reads 699
  • WpVote
    Votes 104
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Sun, Dec 6, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Tak ada wanita yang paling kucintai, kuhormati, kuhargai bahkan lebih dari diriku sendiri kecuali Mamak. Wanita yang selalu mendukung setiap langkahku, menemani hari-hari ku hingga hari yang membuatku sangat terpukul karena kepergiannya. Tak pernah ku rasakan hangat, nyamannya kasih sayang serta didikannya. Namun aku tak dapat mengingkari bahwa dia adalah bapakku, sosok lelaki yang pernah membuat mamak jatuh hati sebelum ia berubah menjadi orang yang sangat keras. Dia adalah perwira terbaik yang pernah kukenal, karenanya aku dapat mewujudkan seluruh perjuangan dan impian-impian ku yang telah lama ku susun sedari awal. Terimakasih untuk mu Bung Akbar Febrianto
All Rights Reserved
#161
sekarang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Not A Perfect Husband ✔
  • BUNGAKU TELAH KERING [Belum revisi]
  • Seluas Cakrawala
  • Jodoh Pilihan Abi
  • Masa Itu ✔ (Tamat di Karyakarsa)
  • SAY SARANGHAE
  • Dear Husband [TAMAT]
  • Angel To Raya (END)
  • [END] Masih Mencintainya
  • Aprozolame [ON GOING]

Saat sebuah lamaran mendadak datang ke rumahku oleh Bu Lia, dengan begitu semangat aku menyetujuinya tanpa berpikir dua kali karena yang ada di bayanganku saat itu adalah berdiri berdampingan dengan senyum lebar bersama mas Herman, setidaknya itulah yang ku pikirkan sampai aku lupa untuk menggunakan pikiran dan akal sehatku, aku melupakan satu fakta penting bahwa anak Bu Lia bukan hanya mas Herman seorang!! Dan saat lamaran dadakan itu tiba, betapa terkejutnya aku, bukan mas Herman lah yang akan menikah denganku melainkan pria menyebalkan sekaligus penghancur masa remajaku yang bahagia. Rasanya aku ingin melarikan diri saja entah kemana, tapi ternyata tidak semudah itu melepaskan diri darinya dan ketika aku mempunyai alasan untuk melepaskan diri darinya, hati ini sudah enggan untuk pergi. *** ".... anaknya Bu Lia mau ngelamar kamu." "Hah?! Apa?!" mulutku seketika melongo, serius pak ustad itu ngelamar aku?! Ya Allah, sujadah mana? Aku mau sujud syukur, alhamdulillah ya Allah. "Aku mau kak! Aku mau!" jawabku dengan penuh semangat."Kapan dia mau lamar aku kak? kapan?! Sekarang juga boleh kak, aku udah siap, ya Allah. Aku siap kak!" ucapku semangat dengan senyum yang semakin melebar, bayangan tubuh gagahnya yang di balut tuksedo itu saja sudah membuat ilerku bergerak keluar, mahar surah Ar-Rahman pun aku mau ya Allah. *** .... kak Prita menuntunku menuju ruang tamu, aku melebarkan senyumku, disana ada Bu Lia, ada mas Herman, ada-- Tunggu, kenapa Randa memakai pakaian yang senada denganku?! Tunggu, apa aku melewatkan sesuatu?! Aku butuh udara, oksigen mana?! "Kak, kok dia pake baju yang sama kayak aku?" tanyaku tersedak, kepalaku tiba-tiba pening seketika. "Kan Randa yang ngelamar kamu," jawabnya yang seketika membuatku syok berat. *** Mari mampir ???????? ^^

More details
WpActionLinkContent Guidelines