Untukmu yang Bernafas dengan Paru-paru

Untukmu yang Bernafas dengan Paru-paru

  • WpView
    LECTURAS 52
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, abr 26, 2020
Kisah tentang seorang cowok bermata keranjang yang baru saja lulus SMA dan menempuh hidup baru sebagai Mahasiswa. Rian, begitulah namanya dikenal. Entah apa yang ada di benaknya ketika menjadi mahasiswa. Yang jelas dia harus bisa menemukan cinta sejati untuk pertama dan terakhir kalinya. Dilarang menyalin cerita ini tanpa seizin penulis. #Belum sempat direvisi. Mohon maaf jika masih banyak typo dan kesalahan lainnya
Todos los derechos reservados
#10
nasib
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • DEAR LOVE
  • He Wrote My Name Wrong
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Transmigrasi: Love Punch
  • Married With Presma
  • The Real Boyfriend
  • My Beloved Boyfriend
  • RE: [TAMAT]
  • Dear My Teacher (End)
  • from roommate till? [END]
DEAR LOVE

Pengalaman dalam kisah percintaan ada untuk dijadikan pelajaran agar kita bisa lebih berhati-hati dalam mengenal suatu hubungan. Acha, gadis yang akhir-akhir ini menjadi bahan pembicaraan di sekolahnya karena baru-baru saja ditembak dengan pria tampan di sekolahnya namun hubungan tersebut berakhir menjadi sebuah candaan. Sejak itu, dia menyimpulkan bahwa kisah first love nya justru berakhir gagal, dan istilah 'Love for the first love' tidak berlaku baginya. Kini, dia kembali dihadapkan oleh lelaki yang cukup asing baginya. Lantas dia berpikir, 'apakah dia datang sebagai penyembuh atau penambah luka?' Atau istilah 'Love for the first love' akan berpihak padanya setelah melewati lika liku dalam hubungan asmaranya? "Terima yang sudah terjadi, ikhlaskan apa yang tidak diubah, dan betulkan apa yang masih bisa diperbaiki." -Laudya Syafrillah Azzahra "Aku belajar bahwa hidup ini menyenangkan kalau kita melihat dari sudut pandang yang tepat." -Adriel Al-Ghiffari "Beberapa hal dalam hidup memang butuh diperjuangkan sendiri." -Rayyan Pratama

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido