We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Cerita di Akhir Temaram

Cerita di Akhir Temaram

  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 28, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Title : Cerita di Akhir Temaram (versi revisi dari Lekas berpulang) Sub. Title : Cerita tentang aku dan kamu yang enggan bertemu Genre : Fiksi : Romantis : Kumpulan cerita (Senandika) Penulis : Syahrul Hidayat Instagram : @syahrulhidayat___ Sinopsis : Menuliskan sebuah cerita antara aku dan kamu di penghujung temaram yang memisahkan antara siang dan malam. Menceritakan setiap kejadian yang pernah kita alami bersama pada waktu itu. Kau yang seakan menghilang dan tak lagi ingin menyapa; menjadi salah satu faktorisasi ku dalam menulis sebuah cerita di akhir temaram ini. Menuliskan tentang aku dan kamu yang enggan menyapa, terpisah oleh dimensi waktu, menghilang tanpa tanda tanya, pergi tanpa alasan, kerinduan tanpa penghujung. Semua akan aku rangkum disini.
All Rights Reserved
#295
senandika
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Skenario Pematah Hati
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Langit.
  • Mencintaimu Dari Ujung Senja
  • Fajar & Senja
  • TENTANG SETELAHNYA (COMPLETE)
  • Be My Husband [REVISI]
  • Ex or New? [REVISI]
  • Cerita Tentang Zeeya
  • | About You |

"Skenario Pematah Hati" aku menamainya. Buku ini aku tulis berdasrkan kisah pengalaman pribadi maupun curhatan dari teman-teman tentang penolakan dan cinta yang gagal di tengah jalan. Berbagai cerita di dalamnya, berbagai wanita ikut terjamah alurnya. Berlembar-lembar cerita tentang aku dan kamu di masa lalu. Dimana aku terjatuh, dan mulai bangkit dengan dia yang baru. Semoga buku ini menjadi sebuah cermin untukmu tentang luka di masa lalu. Untukmu beberapa raga yang aku jabarkan dalam buku, terimakasih atas warna yang kau torehkan dalam goresan luka kehidupan. Jangan mengalamatkan rindu padaku, aku tak mampu menampungnya. Perihal luka tak apa, aku masih mampu merawatnya. Hati ini bukan rubrik, yang bisa kau selesaikan lalu kau tinggalkan. Hingga kau berpikir kau juara. Apapun yang kau lakukan semua akan menjadi kenangan, dan kenangan bagai semesta, akan tetap menua tak tahu kapan berakhirnya. Salam Hangat, wahyu.pdf @aleniakosong

More details
WpActionLinkContent Guidelines