Pesan Yang Tak Pernah Sampai

Pesan Yang Tak Pernah Sampai

  • WpView
    Reads 1,165
  • WpVote
    Votes 401
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadComplete Sun, Jul 12, 2020
Buatku kamu terlalu jauh untuk digapai. Jika diibaratkan dalam sebuah buku, aku berada pada sebuah prolog dan kamu adalah epilognya, bukan untuk tempat kembali, tapi tempat mengakhiri segala yang sudah aku ciptakan sejak awal. Jurang pemisahnya ada di tiap lembaran buku yang telah dirangkai, membuat pilu menyatu menjadi sendu didalam kata yang tak terungkap lewat ketukan rindu. -Noeni indah s.
All Rights Reserved
#494
isihati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • Antara Cinta, Waktu, dan Takdir
  • Distorsi
  • Kepada sang pencipta rindu
  • About Together
  • Noda dalam Cinta
  • Almost.
  • Aku Tetap Menunggumu

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines