Mr. CEO strange

Mr. CEO strange

  • WpView
    LETTURE 1,007
  • WpVote
    Voti 286
  • WpPart
    Parti 9
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mer, ago 26, 2020
"Jalan itu pakai mata bukan pakai mulut nona," ujar pria berjas rapi dengan tatapan dingin melanjutkan langkah nya tanpa penyesalan, setelah menabrak gadis yang sedang bergumam menyanyikan lagu favoritnya. "Hei, om tak tahu diri. Kau yang menabrak ku setelah itu menyalahkan ku, apa yang kau pikirkan!" teriak gadis tersebut sambil menepuk-nepuk pantatnya yang terkena tanah saat terjatuh.
Tutti i diritti riservati
#34
could
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • BarraKilla
  • [COMPLETED] 7 Days
  • AFFAIRE D'AMOUR
  • Bukan Romansa Biasa-BRB [End]
  • Plot Twist - Hartono's Fam
  • Horrible Memories
  • Complicated Love ( Complete )
  • HEARTBREAKING (On Going)
  • I LOVE YOU (Benci Kok cinta?)
  •  ALZERA (On Going)

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti