Mr. CEO strange

Mr. CEO strange

  • WpView
    Reads 1,007
  • WpVote
    Votes 286
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 26, 2020
"Jalan itu pakai mata bukan pakai mulut nona," ujar pria berjas rapi dengan tatapan dingin melanjutkan langkah nya tanpa penyesalan, setelah menabrak gadis yang sedang bergumam menyanyikan lagu favoritnya. "Hei, om tak tahu diri. Kau yang menabrak ku setelah itu menyalahkan ku, apa yang kau pikirkan!" teriak gadis tersebut sambil menepuk-nepuk pantatnya yang terkena tanah saat terjatuh.
All Rights Reserved
#87
belle
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Black Rose
  • Horrible Memories
  • I LOVE YOU (Benci Kok cinta?)
  • Complicated Love ( Complete )
  • BarraKilla
  •  ALZERA (On Going)
  • Bukan Romansa Biasa-BRB [End]
  • Mantan Terindah
  • AFFAIRE D'AMOUR
  • MORALLESS

"Nanti siang Sarah datang. Dia ingin bermain bersama kakaknya." La Lembah memandang pesan singkat di layar ponselnya. Seperti ada yang menaburkan bubuk cabai di kelopak matanya, tetapi air matanya sudah terlanjur kering sejak lama. "Saya anak tunggal." Ketik Lembah. "Jangan egois. Dia adik kamu." Tawanya terdengar, tetapi bukan tawa bahagia seperti yang diharapkan semua orang. Tawa menyakitkan yang syarat akan kesakitan. "Dia anak papa, bukan adik saya." "Berkali-kali saya ingatkan, La Lembah adalah anak tunggal. Tidak punya saudara, termasuk adik dan juga kakak." "Dia anak papa, berarti juga adik kamu." "Dia memang anak papa, tapi bukan adik saya." "Bahkan jika bisa, saya ingin berhenti menjadi anak Anda." Matanya perih, tetapi tak ada satu tetes pun yang ke luar dari sana.

More details
WpActionLinkContent Guidelines