Ini cerita gue

Ini cerita gue

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 26, 2020
Prolog Gue Risa, tepatnya Risa Leoni. Gue punya hobi membaca. Dari SMP gue sering banget baca cerita-cerita di wattpad sampai sekarang juga gue masih suka membaca malah gue tertarik dan tertantang untuk membuat sebuah cerita. Tapi, gue bingung. Beberapa kali gue nulis cerita, tapi ditengah jalan gue bingung tuh mau nulis apa. Semua ide yang ada di otak gue yang pinter ini (eaaaa) gak bisa gue curahkan dalam carita yang gue buat dan akhirnya gue gak lanjutin tuh cerita. Gue hampir aja putus asa dan sempat menghapus sebagian cerita-cerita gue yang gue tulis di keep. Tapi, sebelum gue hapus semua cerita gue, gue kembali dibuat penasaran dan gue semakin tertantang membuat cerita dan sukur-sukur kalo sampe di terbitin hha.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gadis Tteokbokki & Cowok Mochaccino (DITERBITKAN)
  • Kamu Yang Terindah ( ORINE ) -END
  • Kita yang Nggak Pernah Jadi Kita
  • You Are Not Alone [ORINE] END
  • Darkness [ORINE]
  • THE NEW GIRL [SELESAI]
  • between love and edelweiss [CHIKZEE] {END}~
  • CLOSER
  • SUARA BIA (TAMAT)

SEGERA DITERBITKAN Sebenarnya ini adalah idenya Liaa. Entah apa yang merasuki otaknya kali ini, sehingga memintaku untuk menulis. Aku tidak pandai merangkai kata-kata, apalagi menyelesaikan suatu cerita. Tidak seperti Liaa yang sangat menikmati saat-saat merangkai setiap paragraf dalam mengembangkan idenya. Bersenandika, mengolah diksi, menulis berbagai tema, dan menuntut pancaindra agar lebih peka. Bila satu paragraf saja membuatku termenung berlama-lama, apalagi satu novel yang sampai beratus-ratus halaman tebalnya. Aku bisa gila, Liaa. Namun, gadisku yang cerewet dan berambisi besar itu pasti akan memprotes, "Kamu pasti bisa, kok, jangan pesimis, deh! Belum apa-apa udah ngeluh. Nulis itu gampang, cuma kamunya aja yang gak mau usaha!" Begitulah Liaa, dia 'illfeel' dengan orang yang angkat tangan sebelum berjuang. Alih-alih memotivasi, malah muncrat juga omelannya. "Iya, Liaa. Jangan ngambek, aku cium, nih!" Ancamanku membuat pipinya seketika memerah bak kepiting rebus. Aku sangat buruk dalam mengembangkan ide cerita. Jauh dibanding Liaa yang bisa menyelesaikan dua novel sekaligus. Ya, novel-novel itu adalah kisah kami yang dia tulis. Tugasku cukup diam dan jangan membuatnya marah. Jika tidak, Liaa akan berhenti menulis dan mengomel seperti ibu-ibu kostan. Karena sejatinya waktu terbaik untuk menulis adalah 'mood' yang baik.

More details
WpActionLinkContent Guidelines