Borealis

Borealis

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 2, 2020
Ada beberapa hal yang ternyata sulit untuk dilupakaan, rehat sejenak sesudah memenuhi isi di dalam kepala. Sesudahnya, pukul 1 dini hari terasa sulit dilalui, alasanya sepele; sesepele kenapa kebanyakan orang suka makanaan manis dan sebagian tidak. Ada begitu banyak kenangan yang tidak tertinggal seberapa keraspun saya mencoba melupakan. Dia semakin tumbuh dari hari ke hari, semakin besar hingga saya sendiri merasa sesak dan kesulitan menghadapi realita yang sedang saya jalanin saat ini. Sekarang pertanyaannya, saya harus apa? -Grizella Kyra Pratista.
All Rights Reserved
#356
ldr
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cerita Tentang Zeeya
  • MY HOPE IS YOU (END)
  • Meneroka Jiwa 2
  • Mencintaimu Dari Ujung Senja
  • BROKEN HEART [END]
  • Yang Pernah Patah
  • Can Be With Love ✅
  • Fight For You

Bukan tentang senja yang terlupa, melainkan tentang fajar yang memberi kita rasa. Suatu hari, adakalanya kita menemui kesulitan. Dan hari berikutnya, akan merasakan pencapaian yang luar biasa. Lalu suatu hari, akan jatuh lagi dan merasa tertekan. Lalu kamu menghela napas, berpikir tidak bisa menanganinya lagi. tapi kemudian, kamu melihat sesuatu yang lucu dan tertawa. Kamu makan sesuatu yang enak dan rasanya lezat. Dan kamu merasa senang saat melihat seseorang yang kamu sukai. Kurasa ini adalah sebagian dari hidup, bukan? tapi begini, semua suka dan duka ini terkadang sangat melelahkan. Semua ini menjadi sangat melelahkan, tapi meskipun demikian, hidup masih berlanjut, waktu tak berhenti. Angin masih berhembus menerpa dedaunan hingga gugur, air masih mengalir ke tempat yang ia tuju. Cerita itu tidak memiliki akhir, karena semua akhir adalah awal yang baru, Cerita ini tentang masa lalu, masa kini dan masa depan. Kita terpaku diantara tiga fase itu. Dan pada akhirnya pun semua orang akan pergi, meskipun sudah kita genggam erat sepenuh hati. . . . . Catatan dari Zeeya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines