My Wound

My Wound

  • WpView
    Reads 60
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 15, 2020
~ Anggara Dwi Natra ~ Sama seperti yang lain, ayah adalah cinta pertama anak perempuannya akupun seperti itu, tapi kasi sayang seorang ayah mungkin hanya halusinasi ku saja. ~ Marvelio Smith Denandra ~ Teman, aku menganggapmu teman bahkan saudara yang memberi warna dikehidupanku tapi kau juga yang memberiku luka. Dan cinta, kau yang memberiku kebahagiaan dan kau juga yang menanamkan kekecewaan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sejenak Luka
  • Aku dan Luka [Sudah Terbit]
  • Sebelum Luka
  • HAMPIR RAMPUNG [ OnGoing ]
  • Paradise
  • Dandelion [TERBIT]
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • AMERTA [END]
  • Terima kasih Ravindra

"Jean, Nara pinjam uang boleh? Uang jajan Nara dipotong ayah karena nilai ulangan fisika Nara turun jadi 85." "Jean, Nara boleh nebeng pulang di motor Jean, nggak? Bentar lagi ujan, Nara gak punya uang naik angkot." "Jean, boleh pinjam baju olahraga? Punya Nara disobekin sama temen-temen Nara." "Jean, kata temen Nara, Nara gak pantas jadi kakak Jean. Itu benar, ya?" "Kenapa Jean dan Arkan selalu jahat ke Nara?" *** Nara tidak pernah mengeluh, kendati sakitnya sejak kecil tak pernah luruh. Nara tidak iri pada saudaranya, kendati takdir begitu keji untuknya. Nara menyayangi ayahnya, Arkan, dan Jean. Mirisnya, semuanya tidak pernah menginginkan entitas Nara di hidup mereka. Karena Nara cacat. Penuh cela. Nara dibenci. Nara disiksa. Nara ditinggal. Nara tidak memiliki alasan lagi untuk bertahan dengan luka. Temukan kisah perjalanan hidup Nara bersama orang-orang tersayangnya di semesta. Membawa sejenak luka lalu pergi menghampirkan duka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines