VerLanO (END)

VerLanO (END)

  • WpView
    Reads 359,412
  • WpVote
    Votes 31,058
  • WpPart
    Parts 50
WpMetadataReadComplete Tue, Jun 29, 2021
"Kwasih guwe awlesan bwuat restuwin lo pwacwaran samwa adwek guwe?" Vrelan sudah berkacak pinggang di depan rumahnya sembari menikmati rempeyek kacang yang begitu lezat. "Kita cocok bang," balas Bana mengangguk pasti lalu menoleh ke arah Ocha sebelahnya. "Cocok apanya?!" saut Vernan dingin dari dalam rumah. "Sama-sama bar-bar bang, hehe..." ucap serempak kedua bocil tanpa akhlak. "PERGI LO DARI RUMAH KITA!!!" pekik Vrelan naik pitam ingin melayangkan sandal batmannya ke laki-laki ini. Rempeyeknya jatuhkan! "DAN LO OCHA! MASUK RUMAH!! SEKARANG!!!!" teriak Vernan dari dalam rumah dengan penuh penekanan. "Santuy kali bang..." balas kedua sejoli serempak langsung ngacir ke asal masing-masing. *** Coba deh bayangin! Mempunyai dua kakak kembar ganteng, tapi sangat menyebalkan. Perilaku bar-bar Ocha pun terhalang oleh sikap Vernanta dan Vrelano, kakak koplaknya. Ada saja hal yang mereka ributkan tiap harinya dan justru terlihat menggemaskan dimata orang lain. ©2020 1Mei @yesikastefani Penasaran dengan kisah unik VERLANO? Vernan, Vrelan dan Ocha?!? Ikutin terus ya!
All Rights Reserved
#126
ocha
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GHAVARI
  • RAGARA [ on going ]
  • ALGARA & ALTARA [End]✓
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Something Bitter
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Devon [END]
  • DEVINO || END
  • Aku Bukan Dia ( kita Berbeda )
  • The Twins Story[END]√
GHAVARI

"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines